Pegadaian Kenalkan Passion

MALANG – PT Pegadaian terus berinovasi untuk memudahkan pelayanan kepada customernya. Mulai bulan September lalu, Pegadaian Cabang Malang telah menggunakan Pegadaian Application Online System (Passion) yang memungkinkan nasabah untuk melakukan pembayaran di Pegadaian unit lain meskipun menggadaikan barang di tempat yang berbeda.
“Di Malang ini program Passion sudah kami terapkan sejak pertengahan September. Selain menguntungkan bagi nasabah, bagi Pegadaian juga memudahkan pula dalam pelaporan,” ungkap Pemimpin Pegadaian Cabang Malang, Siswuriyanto.
Menurutnya, seluruh unit Pegadaian di Malang saat ini sudah menerapkan program serupa. Mengikuti beberapa wilayah lain di Jawa Timur yang telah menerapkan program serupa sejak awal bulan Juli lalu. Sementara, untuk lingkup nasional, baru wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur yang telah menerapkan ini.
“Passion ini dimulai dari Semarang, kemudian di Surabaya dan kini telah sampai di Malang. Pengembangan juga tengah berlangsung di Jakarta mulai bulan Oktober ini, dan targetnya seluruh Pegadaian di Indonesia,” papar pria yang akrab dipanggil Sis ini.
Dia menambahkan, keuntungan bagi Pegadaian yakni semakin mudah dalam hal pelaporan ke pusat, dalam hal ini ke Kantor Wilayah dengan sistem yang mengandalkan teknologi ini. Begitupula dari Kanwil bila ingin mendapatkan data, cukup dengan mengakses Passion untuk mengetahui setiap laporan yang dibutuhkan. Penyebaran informasi pun lebih cepat dengan Passion ke daerah-daerah.
Sis juga mengakui, perubahan sistem yang ada ini juga masih dalam tahap sosialisasi kepada masyarakat, sehingga belum terlalu banyak dimanfaatkan. “Lebih tepatnya customer masih loyal, untuk mengangsur masih memilih datang ke tempat menggadaikan barangnya. Padahal, meskipun dia menggadaikan di Malang dan membayar di Kepanjen pun kini bisa,” urai dia panjang lebar.
Masih menurut pria asal Jakarta ini, meskipun membayar bisa berbeda lokasi, untuk pengambilan barang gadai masih harus di tempat dia menggadaikan barang. “Hanya untuk pengambilan barang harus kembali ke tempat dia melakukan gadai barang atau emas,” pungkasnya. (ley/fia)