Persewaan Alat Outdoor Kebanjiran Order

MALANG – Bisnis persewaan alat camping tengah mencapai peak season di bulan Oktober ini. Pasalnya, banyak kegiatan outdoor yang membutuhkan jasa persewaan tersebut untuk kegiatan camping, outbond hingga pendakian untuk menemani kegiatan yang berhubungan dengan alam tersebut. Hal tersebut juga terjadi pada Ciliwung Camp Outdoor Equipment Rental yang mengalami peningkatan permintaan sewa beberapa bulan terakhir.
“Mulai meningkat permintaan di Ciliwung Camp ini sejak pertengahan tahun. Sejak pendakian ke Semeru kembali dibuka karena sudah terlepas dari musim hujan di bulan Juni. Namun puncaknya ya bulan September dan Oktober ini,” ungkap Roman Listianu, Karyawan Ciliwung Camp.
Dia mengakui, di bulan September dan Oktober permintaan sewa meningkat mencapai 5 kali lipat. Biasanya, dalam sehari untuk bulan Juni sampai Agustus antara 5-10 yang menyewa, namun sejak September lalu mencapai 40-50 penyewa. Mulai dari tenda, carrier, cooking set, sleeping bag hingga handie talkie (HT). Harganya pun untuk tenda mulai dari Rp 25 ribu, carrier mulai dari Rp 10 ribu dan sleeping bag mulai dari Rp 7500.
“Sejak bulan Agustus akhir anak pecinta alam di sekolah dan kampus juga mulai melakukan camp, atau pendakian. Pada saat itulah bila ada yang ingin menyewa harus jauh-jauh hari,” terangnya panjang lebar.
Menurut dia, pada long weekend Idul Adha lalu, untuk perlengkapan seperti tenda, HT dan sleeping bag penuh dipesan. Baik mereka yang hendak ke Bromo, Semeru, atau ke Pulau Sempu. Padahal jumlah tenda mencapai 120 pieces dengan berbagai macam ukuran. Untuk sleeping bag dan carrier lebih dari 150 pieces.
Selain itu, Ciliwung Camp juga menjual untuk peralatan pecinta alam yang memenuhi standart. “Sebagian besar dari luar negeri, mulai dari ransel, sepatu, jaket atau equipment seperti pisau lipat. Bisa berasal dari Swedia dan Jerman, selain dari Indonesia juga,” pungkas dia. (ley/fia)