Elektronik Sepi, Diprediksi Membaik Jelang Akhir Tahun

MALANG – Medio Agustus-September lalu, pasar elektronik di Malang tergolong lesu. Selain faktor siklus tahunan setelah melewati tengah tahun, goncangan ekonomi yang turut melambungkan harga barang elektronik adalah penyebabnya. Penurunan terjadi dalam kisaran 20 persen, dan benar-benar menurun di bulan September.

Team Leader Elektronik Hypermart Malang, Musala menerangkan, Hypermart mengalami sepi penjualan elektronik sejak bulan Juli akhir. “Begitu menjelang lebaran mulai sepi hingga bulan September mencapai puncaknya,” terangnya.

Dia menjelaskan, penurunan mencapai 20 persen di bulan September lalu, sementara di bulan Agustus masih 50 persen. Perbandingannya dengan bulan Januari hingga Maret yang memiliki omzet harian mencapai Rp 90 juta di akhir pekan, dan 60 juta di hari biasa. Sementara itu di bulan Agustus-September, rata-rata penjualan hanya Rp 70 juta untuk akhir pekan, dan 40 jutaan di hari normal.

Menurutnya, banyak faktor berpengaruh, salah satunya pakem yang terjadi setelah lebaran, dan sekarang ditunjang waktunya berdekatan dengan pertengahan tahun. Selain itu, faktor tidak stabilnya nilai tukar rupiah yang menaikkan harga barang elektronik berpengaruh besar. “Harganya rata-rata naik, masyarakat masih kurang antusias untuk berbelanja yang bukan kebutuhan utama,” ungkap dia.

Namun dia mengakui di bulan Oktober ini peningkatan sedikit demi sedikit mulai terasa. Capaian Rp 90 juta di hari normal mulai dialami Hypermart, dan rata-rata Rp 50 jutaan antara Senin sampai Kamis. Apalagi Hypermart juga tengah memberikan promo diskon sebagai salah satu upaya menggenjot sales agar kembali normal dan sesuai target.
Pengakuan hampir sama juga disampaikan oleh Store Manager Plaza Elektronik Malang, Pao Sugiyanto. Dia mengakui masih lesu sejak pertengahan tahun. “Tapi bulan September lalu terakhir sepi. Maksimal di bulan Oktober ini lah,” ujarnya.

Menurut dia, masyarakat terkesan cerdik menggunakan dananya. Membeli barang elektronik di masa seperti ini bila benar-benar mendesak. Terlebih, seperti LED TV misalnya, untuk ukuran besar seperti jalan di tempat. Penjualan ukuran 32 inch ke atas tidak memiliki harapan.

“LED TV ukuran besar ya tidak ada yang minat, paling banter ukuran 32 inch. Rata-rata 19 inch, 24 inch dan 26 inch. Barang elektronik lain, malah jangan ditanyakan dulu,” terangnya.

Dia mengungkapkan penurunan sekitar 15 persen dialami oleh Plasa Elektronik dan hampir sebagian toko elektronik lain. Namun dia memprediksi pasar kembali bergairah di bulan November nanti. (ley)