Penjualan Elektronik Mulai Membaik

MALANG – Semenjak Juli, pasar elektronik di Malang mengalami kelesuan. Selain karena siklus tahunan, keadaan tersebut juga dipicu oleh melemahnya tukar rupiah terhadap dolar sehingga melambungkan harga produk elektronik.
Team Leader Elektronik Hypermart Malang, Musala menerangkan, penjualan produk elektronik menyusut sejak Juli dan memasuki masa puncak low season di September dengan penurunan sebesar 20 persen.
“Perbandingannya dengan bulan Januari hingga Maret yang memiliki omzet harian mencapai Rp 90 juta di akhir pekan, dan 60 juta di hari biasa. Sementara itu di bulan Agustus-September, rata-rata penjualan hanya Rp 70 juta untuk akhir pekan, dan 40 jutaan di hari normal,” jelas dia.
Menurutnya, banyak faktor berpengaruh, salah satunya pakem yang terjadi setelah lebaran, dan sekarang ditunjang waktunya berdekatan dengan pertengahan tahun. Selain itu, faktor tidak stabilnya nilai tukar rupiah yang menaikkan harga barang elektronik berpengaruh besar. “Harganya rata-rata naik, masyarakat masih kurang antusias untuk berbelanja yang bukan kebutuhan utama,” ungkap dia.
Ia menambahkan, memasuki Oktober, penjualan mulai menunjukkan perbaikan. Saat ini penjualan produk elektronik mampu menyentuh angka Rp 50 juta saat weekend dan Rp 90 juta ketika weekend.
“Kami juga menggelar promo diskon sebagai salah satu upaya menggenjot sales agar kembali normal dan sesuai target,” ungkapnya.
Pengakuan hampir sama juga disampaikan oleh Store Manager Plaza Elektronik Malang, Pao Sugiyanto. Dia mengakui penjuaan belum terlalu bagus sejak pertengahan tahun. “Kalau dilihat dari tren tahunan, harusnya Oktober ini sudah mulai membaik,” ujarnya.
Menurut dia, saat ini konsumen lebih selektif memilih produk elektronik yang ingin dibeli. Kecenderungan, konsumen memilih produk yang sama namun lebih murah. Seperti LED TV,  konsumen kebanyakan membeli ukuran 19 inci hingga 26 inci karena harganya lebih murah ketimbang ukuran 32 inci
“LED TV ukuran besar ya tidak ada yang minat, paling banter ukuran 32 inch. Rata-rata 19 inch, 24 inch dan 26 inch. Barang elektronik lain, malah jangan ditanyakan dulu,” terangnya.
Dia mengungkapkan penurunan sekitar 15 persen dialami oleh Plasa Elektronik dan hampir sebagian toko elektronik lain. Namun dia memprediksi pasar kembali bergairah di bulan November mendatang. (ley/fia)