Replika Buah Hati Rambah Franchise

MALANG – My Baby Art Indonesia mengalami peningkatan omzet dari usahanya yang menawarkan jasa pembuatan replika tangan dan kaki bayi. Kini dalam sehari, usaha yang beralamat di kawasan Jalan Ikan Piranha ini telah menerima permintaan minimal 3 replika dari kliennya.
Owner My Baby Art Indonesia, Indah Jean menuturkan, usahanya telah berlangsung selama setahun. Setelah berbulan-bulan mengenalkan, sejak pertengahan tahun 2013 ini permintaan membuat replika mulai mengalamipeningkatan.
“Awal berdiri mendapat order satu replika sudah bagus, namun kini minimal 3 replika, dan seringkali di atas itu,” tuturnya.
Menurut dia, peningkatan tersebut melalui proses pengenalan yang lumayan lama dan berbagai model promosi kepada masyarakat, baik di Kota Malang maupun luar kota. Dia mengungkapkan, seringkali mengikuti pameran untuk memberitahukan bisnisnya yang masih tergolong langka ini.
“Di Kota Malang ini katanya sudah ada, tetapi saya belum pernah melihat secara langsung. Untuk mengenalkan My Baby Art ini selain pameran juga melalui media online seperti facebook, twitter dan blog. Selain itu, juga beriklan,” tandasnya kepada Malang Post.
Perempuan berparas manis ini mengakui, untuk satu order dari klien, prosesnya mencapai sebulan. Sebab, bahan utama untuk membuat replika tangan dan kaki ini dengan menggunakan rumput laut. Dia menjelaskan, proses pengeringan olahan rumput laut sebagai dasar bentuk objek, baik tangan maupun kaki terhitung lama. Kemudian, proses penyempurnaan baik dari segi bentuk dan warna.
Dia memaparkan, kini setiap hari permintaan replika telah mencapai 6 unit per hari, dan bila akhir pekan bisa mencapai 10 unit. Apalagi bila mengikuti pameran di akhir pekan, terkadang menembus 15 permintaan replika.
“Kaum ibu sepertinya menyadari mengenai pentingnya mengabadikan suatu momen pertumbuhan bayi, keuntungannya bisa diabadikan seumur hidup. Makanya semakin hari semakin bertambah,” urainya panjang lebar.
Terbaru, dalam sebulan terakhir My Baby Art juga open table di pusat perbelanjaan. Tidak heran bila pada bulan September lalu permintaan klien mencapai 6 unit per hari. Dia pun menargetkan di bulan Oktober ini bisa di atas itu, meskipun dia enggan mengungkapkan jumlah pastinya. “Harus bertambah di atas 6 replika, minimal 7 replika. Memang harus bertahap,” tegas dia.
Bahkan, My Baby Art Indonesia ini kini telah berkembang menjadi bisnis dengan model franchise pula. Sejak September lalu, sudah ada 4 franchiser di seluruh Indonesia, seperti Surabaya, Probolinggo, dan Manado. (ley/fia)