MUR BTPN Capai Rp 170 Miliar

TUMBUH: penyaluran kredit BTPN melalui program MUR menunjukkan hasil positif. Tampak customer service BTPN melayani salah satu nasabah.

Bank BTPN makin serius menggarap kredit segmen mikro, kecil, dan menengah. Deputi Bussines Leader Jatim 2 BTPN, Bagus Widhyantara menjelaskan, penyaluran Modal Usaha Rakyat (MUR) dari tahun 2008 lalu telah mencapai Rp 487 miliar.
“Jumlah ini untuk BTPN Jatim 2 saja yang meliputi Malang Raya, Pasuruan, Probolinggo hingga Banyuwangi,” ujarnya.
Sementara untuk wilayah Malang Raya menyumbang angka terbesar sebanyak 68 persen hingga akhir September 2013 ini. Jumlahnya sekitar Rp 170 miliar, dan terdapat kenaikan 27 persen dari tahun sebelumnya. Menurut dia, angkanya terus meningkat dan proyeksi di tahun 2014 nanti bisa tumbuh sebesar 30 persen dibandingkan tahun lalu.
Dia menambahkan, jumlah nasabah BTPN Malang Raya saat ini telah mencapai 9000an yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu. Terdapat 14 kantor cabang di area tersebut, dan telah mencapai Kecamatan Turen untuk wilayah Kabupaten.
Bagus menyampaikan, sektor mikro sangat bergairah di Malang. Untuk itu pula BTPN juga menyelenggarakan Program Daya yang bisa meningkatkan kapasitas UMK di Malang. Misalnya Senin (22/10) kemarin, bertempat di Kantor Cabang BTPN UMK Sawojajar, berlangsung pelatihan bagi nasabah.
“Pelatihan ini merupakan kiat praktis meningkatkan calon pembeli melalui penguatan merek usaha. Temanya Kak Citra 1, dan mitra BTPN kami ajarkan menggapai itu,” imbuh dia.
Secara nasional, program Daya terbukti berdampak positif terhadap peningkatan kapasitas nasabah. Sejak bulan Januari hingga akhir September 2013, Program Daya telah menjangkau 1.040.815 penerima manfaat, meningkat 25 persen ketimbang periode yang sama tahun 2012. Sementara untuk aktivitas meningkat 69 persen selama 9 bulan di tahun 2013 ini.
Ditopang Program Daya, hingga akhir September penyaluran kredit tumbuh 22 persen dari Rp 37,08 triliun menjadi Rp 45,3 triliun, perbandingannya dengan bulan yang sama di tahun sebelumnya atau year on year (yoy).
“Tapi asas kehati-hatian tetap kami pegang, dengan rasio kredit macet (NPL) sebesar 0,37 persen saja,” imbuh Dewi Carina, Corporate and External Communications Bank BTPN.
Catatan keuangan BTPN menunjukkan, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun hingga September lalu telah mencapai Rp 49,03 triliun atau tumbuh sebesar 15 persen dari September 2012 ke bulan yang sama di 2013.
Seiring dengan pertumbuhan kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK), aset BTPN meningkat 17 persen dari Rp 56,5 triliun pada 30 September 2012 menjadi Rp 66,2 triliun pada 30 September 2013 lalu. Sementara untuk laba bersih tumbuh 24 persen dari angka Rp 1,4 triliun menjadi Rp 1,8 triliun per 30 September 2013 pula.(ley/fia)