Maksimalkan Nilai Jual Bambu

MALANG – Besarnya potensi tanaman bambu membuat pemerintah berusaha memaksimalkan pemanfaatan dan pertumbahan tanaman tersebut. Di Malang, untuk memanfaatkan potensi tersebut dari berbagai sisi, Kementrian Kehutanan mengadakan Diskusi Multipihak Pengembangan Bambu yang berlangsung di Hotel Santika Rabu (23/10) kemarin.
“Tanaman bambu ini banyak sekali manfaatnya. Seperti tusuk sate, sangkar burung dan juga untuk pembuatan kursi anyaman,” ujar Kepala Pusat Litbang Pusat Peningkatan Produktivitas Hutan Nasional.
Menurut dia, Malang Raya ini potensial untuk pertumbuhan bambu. Sayangnya, hingga saat ini belum ada inventarisasi mengenai jumlah tanaman bambu yang ada saat ini. Luas lahannya pun tidak ada yang mengetahui, baik yang tumbuh di lahan milik pemerintah maupun milik masyarakat. Yang ada saat ini bambu dibiarkan tumbuh dengan sendirinya, kemudian ditebang bila dibutuhkan, tanpa memikirkan pertumbuhannya lagi.
“Untuk itulah saat ini harus bekerjasama dengan berbagai pihak, baik itu Dinas Kehutanan, Perum Perhutani KPH Malang, pengusaha, kelompok tani dan beberapa kelompok yang berkepentingan dengan adanya tanaman bambu ini,” papar dia di sela-sela diskusi.
Intinya, dia berharap mengenai pemanfaatan secara tepat dan bernilai tinggi. Misalnya bisa untuk handycraft yang dikerjakan oleh UKM. Begitu pula mengenai pertumbuhan, harus ada langkah penanaman secara besar-besaran. Padahal menurutnya, di Indonesia ada 200 jenis bambu yang tumbuh, namun masyarakat enggan mengetahui fungsinya secara tepat guna. Malahan, banyak bambu yang tumbuh liar, dan begitu saja dimanfaatkan oleh masyarakat.
Dia mencontohkan, di Bali untuk Bambu Petung harganya telah menembus Rp 100 ribu per pohon. Padahal bila berhitung angka dengan harga sebesar itu, 2000 pohon bambu yang harus menunggu perkembangan selama tiga tahun sebelum digunakan ini bisa sangat menguntungkan.  “Bisa mencapai Rp 200 juta bila dijual langsung tanpa ada pengolahan lagi menjadi suatu kerajinan tangan,” imbuh pria asal Pacitan ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Malang, M. Tauhid Wardhana Widianto menyampaikan, Kabupaten Malang khususnya memiliki potensi besar dengan melihat potensi tanaman bambu ini.
Hingga saat ini dia juga mengakui tidak ada data pasti mengenai jumlah tanaman bambu dan luas lahan, yang ada data mengenai pertumbuhan di tahun 2013 ini sekitar 253 ribu rumpun atau biasa disebut 253 ribu blok. Dalam satu rumpun, bisa tumbuh mencapai 50 pohon bambu, bahkan ada yang lebih.
“Dengan begini, sekarang Dinas Kehutanan, bisa mulai menginventarisir jumlah tersebut untuk dimanfaatkan masyarakat, atau dimaksimalkan pula pertumbuhannya. Tentu saja dengan penanaman dalam jumlah yang lebih besar,” tegasnya. (ley/fia)