Adu Strategi Demi Jaga Okupansi

MALANG – Persaingan hotel di Kota Malang dalam menjaring tamu semakin ketat seiring tumbuhnya beberapa hotel baru yang terus bermunculan sepanjang tahun 2013 ini. Kini hotel pun harus memiliki strategi, baik dalam segi promosi kamar, maupun menampilkan interior ruangan agar tetap menjadi pilihan bagi calon tamunya sehingga tingkat okupansinya tetap terjaga.
Misalnya Regent’s Park Hotel yang di pertengahan tahun ini merenovasi beberapa tampilan ruangan kamar. “Hotel Regent melakukan beberapa renovasi. Antara lain interior ruangan di lantai 3, kamar dan juga furniture,” ungkap General Manager Regent’s Park Hotel, Suharman Larante.
Menurut dia, renovasi yang telah rampung bulan September lalu akan terus berlanjut di tahun depan, menyesuaikan budget dari manajemen. Selain itu, hotel yang telah 20 tahun lebih beroperasi di Kota Malang ini juga meningkatkan mutu pelayanan, sehingga tamu pun merasa nyaman ketika menginap.
Dia melanjutkan, hingga saat ini tingkat okupansi yang ada terhitung stabil, kalaupun ada penurunan masih sesuai prediksi. Hanya saja Suharman enggan menyampaikan okupansi terbaru hotel yang berdiri enam lantai tersebut. Namun dia meyakinkan, sebagai saudara tua bagi hotel-hotel di Malang, tamu baik domestik maupun asing tetap menggunakan jasanya ketika berada di Kota Malang.
“Intinya Regent’s sudah memiliki nama, sehingga tidak terlalu khawatir dengan persaingan saat ini. Selain itu untuk tamu yang merupakan pejabat teras atau publik figure, tetap mempercayakan jasanya untuk kami dengan memanfaatkan suite room yang ada,” papar dia panjang lebar.
Suite room yang ada memiliki tema di masing-masing kamar. Misalnya saja honeymoon, perjuangan, kristal, Kota Wisata Batu atau nuansa Jepang. Setiap ruangan tematik tersebut memiliki interior untuk menunjang tema.
Contohnya honeymoon, di kamar ini pemilihan warna untuk cat dinding dan property dominan merah muda. Mulai dari tempat tidur, kursi dan gorden. Selain itu, ada property seperti kaca dengan bentuk hati, dan juga pelataran di depan pintu seperti jalan memasuki kursi pelaminan.
Sementara itu untuk tema perjuangan, di dalam kamar telah dilengkapi dengan bendera, patung pahlawan, dan gambar tokoh perjuangan pula. Masih ditambah dengan buku bacaan tentang tokoh berpengaruh di Indonesia.
Menurut Suharman, ruangan ini menjadi favorit pejabat ketika berkunjung ke Malang. Selain itu, ada fasilita atau ruang khusus bagi ajudan yang menemani, dan masih terhubung dengan kamar utama. “Begitu pula dengan kamar lain yang memiliki tema Bali, Jepang atau Kota Batu,” jelasnya.
Melihat perkembangan persaingan dan pertumbuhan bisnis yang ada, Harris Hotel and Convention pun melakukan langkah dengan membuka Biz Floor. Belum genap sebulan, minat tamu untuk merasakan pelayanan berbeda di kelas ini cukup besar.
Marketing Communication Manager Harris Hotel and Convention, Yoci Indah Sari menuturkan, okupansi Biz Floor secara khusus menembus 80 persen.
“Biz Floor mendapatkan respon positif di mata tamu Harris Hotel. Hingga saat ini, rata-rata okupansi sebesar 80 persen, dari total 30 kamar yang ada di lantai 6 dan 7,” tuturnya.
Menurut dia, pelayanan yang lebih spesial bagi Biz Floor yang menyasar golongan pebisnis ini seperti adanya mini bar di dalam kamar, wifi, dan perpustakaan baca. Masih ditambah dengan adanya fasilitas foto copy gratis yang menjadi kebutuhan pebisnis. Bila sang tamu ingin check out atau check in tanpa ribet di depan receptionist, juga dilayani. “Kami perlakukan spesial untuk kelas ini,” tambahnya.
Yoci menerangkan, targetnya selama bulan pertama hingga akhir tahun, minimal okupansi Biz Floor sebesar 70 persen. Sementara itu, di bulan September kemarin okupansi hotel yang berada di kawasan perumahan Riverside ini sebesar 70 persen, dan bulan Oktober ini mulai mengalami peningkatan. (ley/fia)