LCGC Tak Pengaruhi Penjualan Mobil Second

MALANG – Kehadiran mobil murah atau low cost green car (LCGC) di Malang sempat membuat khawatir beberapa show room mobil second akan berpengaruh pada penjualan mobil mereka. Namun kondisi itu kini tidak terbukti seiring bergairahnya penjualan di bulan Oktober.
Manager Operasional Hoky Mobil,Qozi Aqfad menyampaikan, Oktober ini penjualan cukup tinggi meskipun harus bersaing dengan kehadiran mobil murah yang berada di kisaran Rp 80 juta sampai Rp 120 juta. “Bulan ini penjualan kami sudah melampaui target,” ujarnya.
Menurut dia, dengan target 40 unit per bulan, Hoky Mobil bisa menembus 50 unit karena Oktober masih menyisakan beberapa hari lagi. Selain itu, ada beberapa prospek customer untuk membeli mobil second.
Qozi menuturkan, sempat ada kekhawatiran ketika September sempat mengalami penurunan penjualan. Tetapi sesuai penjelasannya, penurunan tersebut lebih pada tren, dimana selepas lebaran, bursa mobil cenderung sepi baik untuk mobil baru maupun second. “Ternyata lebih pada tren, September lalu kami tidak mencapai target 40 unit,” bebernya kepada Malang Post.
Dia menambahkan, untuk mobil second dengan harga di atas Rp 100 juta penjualannya tetap normal. “Customer sudah pandai menentukan dalam membeli mobil, sebab meski membeli mobil second dengan budget di atas LCGC terdapat kelebihan tersendiri yang dikejar. Tidak selalu tergoda dengan mobil murah. Selain itu, di tempat kami memang persediaan mobilnya sebagian besar di atas Rp 100 juta,” tambahnya.
Sementara itu, Bambang Sudibyo, Manager salah satu show room mobil second di kawasan Jalan Sutoyo juga mengakui lesunya penjualan di dua bulan terakhir. “Penjualan turun memang iya, tapi lebih disebabkan musim anak sekolah. Bulan Juli sampai September kecenderungannya memang sepi, sebab masyarakat lebih memilih untuk memenuhi kebutuhan anak, seperti sekolah,” paparnya.
Bambang menjelaskan, normalnya penjualan di show room tersebut di angka 40 unit, dan di September lalu belum tercapai. Oktober ini, ia mengakui hasilnya masih belum terlalu bagus. Hanya saja Bambang masih berpikiran positif bukan faktor adanya LCGC, tetapi lebih pada low session penjualan tahunan.
“Bulan depan pasti sudah normal kembali. Walaupun sekarang sepi, tapi untuk penjualan mobil second di bawah Rp 100 juta yang setara dengan mobil murah masih normal antara 5-10 unit per bulan. Itu artinya, meskipun ada mobil murah, mobil second tetap memiliki kelebihan tertentu,” pungkas dia. (ley/han)