Siapkan 100 Hektar untuk Bambu

MALANG – Perum Perhutani KPH Malang siap menyukseskan program dari Kementerian Kehutanan dalam menumbuh kembangkan tanaman bambu yang ada di Malang Raya di 2014 mendatang. Perhutani siap bertugas sebagaimana pengarahan yang ada, terutama menyangkut penyediaan bibit bambu dan perawatan.
“Program yang ditargetkan berjalan mulai tahun 2014 ini menjadi salah satu tanggung jawab Perhutani. Tentu saja Perhutani siap, terlebih banyak manfaat dalam program ini,” ungkap Asep Setiadi, Wakil Kepala Administrasi KPH Perhutani Malang.
Menurut dia, sebagai langkah awal Perhutani bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Kabupaten Malang, kemudian mencari lahan yang berada di bawah naungan Perum Perhutani KPH Malang seluas 100 hektar. Sementara di lahan masyarakat, harus mencari lahan seluas 50 hektar. “Ini sebagai langkah awal saja, karena di tahun selanjutnya target lahan harus berkembang,” imbuh dia.
Menurutnya, bambu bisa tumbuh di wilayah yang kadar airnya rendah. Paling cocok di wilayah lereng gunung. Bila di wilayah lembah seperti di pesisir pantai selatan pertumbuhannya tidak maksimal. Sementara di wilayah yang sedang, dapat tumbuh pesat. Bahkan banyak bambu liar tanpa harus mendapat perawatan, seperti yang kerap ditemui di ladang yang tersebar di Kabupaten Malang saat ini. Sesuai pengakuan Asep, di area daerah aliran sungai (DAS) seperti Brantas juga terdapat pertumbuhan bambu liar, namun kualitas bambu tersebut kurang bagus.
Tugas dari Perhutani adalah menyediakan bibit tanaman bambu yang berkualitas, sehingga bila mengacu pada penelitian, dalam masa tidak mencapai 3 tahun bisa memanen bambu tersebut. “Asalkan tumbuhnya tepat, bibit berkualitas dari Perhutani pun sesuai dengan perhitungan minimal untuk masa panen,” jelas Asep.
Sementara itu, tugas lain Perhutani dalam memaksimalkan potensi pertumbuhan bambu yang ada di bawah KPH Malang antara lain solusi penanaman, pemberantasan dan pengendalian hama serta pengembangan lahan. “Tapi itu bukan yang utama, kami hanya sebagai fasilitator bagi Dinas Kehutanan, kelompok tani serta masyarakat bila bambu tersebut dikelola pribadi,” pungkas dia. (ley/han)