Emas Bergerak ‘Poco-poco’

MALANG – Fluktuasi harga emas terus terjadi beberapa hari belakangan. Setelah sempat naik Selasa (29/10) lalu, sehari kemudian harganya di perdagangan mengalami penurunan. Sedangkan harga emas perhiasan justru mengalami kenaikan Rabu (30/10) kemarin.
Salah satu pedagang emas perhiasan di Pasar Besar Malang, H. Hasan mengakui harga emas mulai naik meski tipis. “Hari ini untuk emas perhiasan 24 karat harganya sebesar Rp 490 ribu per gram,” ujarnya.
Sementara untuk emas perhiasan 88 persen juga ikut mengalami kenaikan. Setelah beberapa pekan bertahan pada harga Rp 410 ribu per gram, kini telah naik menjadi Rp 425 ribu per gram. Untuk emas 75 persen kini harganya Rp 390 ribu per gram dan emas 70 persen seharga Rp 360 ribu per gram.
“Selama bulan Oktober ini naik turunnya hanya Rp 5000 sampai dengan Rp 10 ribu per gram. Tapi menjelang akhir bulan, mulai ada kenaikan,” bebernya kepada Malang Post.
Dia mengungkapkan, sejak sepekan terakhir penjualan emas juga mulai meningkat. Masyarakat mulai terlihat kembali dalam berburu perhiasan. Hanya saja dia masih belum memastikan mengenai harga emas memasuki bulan November besok.
Salah satu pembeli, Eny tertarik dengan perkembangan harga emas akhir bulan Oktober ini. Dia menyampaikan, begitu memiliki dana lebih langsung memilih untuk membeli perhiasan sebagai investasi. “Biasanya menjelang akhir tahun kan harganya naik,” ungkapnya.
Eny mengakui investasi tersebut mengikuti saran suaminya yang juga melihat perkembangan harga emas yang meningkat di akhir tahun, sampai dengan beberapa bulan awal di tahun berikutnya.
“Mumpung sekarang belum terlalu mahal, dan masih dalam jangkauan, saatnya untuk berinvestasi,” beber Eny.
Sementara itu menurut Anjar Budi Kustanto, Manajer Penjualan Solusi Tunai yang bergerak di bidang perdagangan emas menyebutkan, harga emas beberapa minggu terakhir masih ‘poco-poco’. Artinya, setiap saat ada perubahan, tapi tidak signifikan dan masih dalam jangkauan, sehingga perkembangannya nyaman untuk diketahui. Lalu menurut dia, merupakan saat yang tepat berburu emas di bulan Oktober dan November ini.
Anjar tidak berani memastikan untuk kembali berkilaunya harga dalam sisi penjualan di tahun ini. Namun untuk tahun depan, pasti jauh lebih meningkat. “Sepertinya sekarang perekonomian di AS telah membaik dan berpengaruh pada harga emas. Shutdown AS kan juga sudah dihentikan. Bisa jadi bulan November meningkat. Yang pasti 2014, mereka yang berinvestasi di akhir tahun ini akan merasakan keuntungan,” jelasnya.
Berbanding terbalik dengan harga emas perhiasan, logam mulia PT Aneka Tambang (Antam) justru menurun menuju titik terendah sejak bulan Mei tahun 2013 ini. Harganya menembus  harga Rp 523 ribu per gram, sementara sehari sebelumnya Rp 526 ribu per gram. “Harganya yang rendah untuk emas Antam juga menjadi kesempatan terbaik untuk berinvestasi,” papar dia. (ley/fia)