Philips Terangi Yogyakarta

MALANG POST  – Menutup tahun 2013, Royal Philips telah menyelenggarakan program “Kota Terang Hemat Energy Bersama Philips LED” di Denpasar, Surabaya, dan Palembang. Philips hadir untuk memberikan pencahayaan teknologi LED di dua ikon kota Daerah Istimewa Yogyakarta yakni pagelaran keraton dan Monumen Serangan Umum 1 Maret kemarin malam (2/11).
Head of Marketing Lightning PT Philips Indonesia, Ryan Tirta Yudhistira mengatakan, sebagai perusahaan yang berusaha memberikan inovasi penuh makna, Philips bangga dapat bekerjasama dengan pemerintah DIY untuk memberikan pencahayaan paling inovatif LED di dua ikun budaya dan sejarah.
“Kami berharap kontribusi ini dapat membuat masyarakat DIY semakin bangga terhadap nilai-nilai yang dimiliki,” jelas dia.
Riset Philips menunjukkan bahwa konsumsi listrik yangdigunakan untuk pencahayaan mencapai 19 persen setiap tahun, dan menyebabkan 1,9 milyar ton emisi CO2 di seluruh dunia. “Dengan menggunakan pencahayaan berbasis LED, pencahayaan yang diberikan tidak hanya menciptakan lebih dari 18 juta wena untuk pertunjukan pencahayaan, tetapi juga dapat membantu penghematan energy hingga 85 persen sekaligus tahan hingga 15 tahun,” lanjut Ryan.
Philips menggunakan model Vaya Flood, EW Blast dan Vaya Linear untuk menyinari Pagelaran Kraton di Alun-alun Utara dan Monumen Serangan Umum 1 Maret yang terletak berdekatan dengan Benteng Vredenburg.
Rangkaian program Kota Terang Hemat Energi Bersama Philips LED di Yogyakarta dimulai dari tanggal 28 Oktober dimulai dengan dibukanya Philips Home Lightning Store di Semarang, pengadaan acara LED workshop di Universitas Gajah Mada, Universitas Islam Indonesia dan Universitas Atmajaya Yogyakarta. (fia)