Omzet Mail dan Parcel Capai Rp 2,2 M

MENINGKAT: Omzet mail dan parcel di Kantor Pos bulan Oktober lalu mencapai Rp 2,2 miliar.

MALANG – PT Pos Indonesia (Kantor Pos) Cabang Malang kembali mencatatkan omzet di atas Rp 2 miliar untuk kategori mail dan parcel di Oktober kemarin. Hal ini menghapus kekhawatiran mengenai omzet yang ada setelah sempat anjlok di bulan Agustus lalu.
“Bulan Agustus lalu omzet kami sempat anjlok hingga membuat was-was untuk bulan selanjutnya. Lalu di September, omzet mail dan parcel kami menembus Rp 2,06 miliar, jauh meningkat ketimbang bulan sebelumnya. Kemudian di Oktober sudah Rp 2,2 miliar,” ungkap Manager Penjualan Kantor Pos Cabang Malang, Rusdianto.
Menurutnya, omzet Agustus anjlok pada angka Rp 1,56 miliar, selisih hampir Rp 1 miliar dari pada posisi Juli menjelang lebaran yang mencapai Rp 2,40 miliar. Kantor Pos pun memaklumi keadaan tersebut, sebab berdasarkan tren yang ada pasca lebaran omzet pasti menurun. Namun ketika hasilnya menurun drastis merupakan prestasi yang tidak begitu bagus dengan acuan pasca lebaran di tahun 2012 yang hanya menurun Rp 500 an juta.
“Untuk itulah di September dan Oktober ini target kami cukup tinggi, di atas Rp 2 miliar. Tujuannya untuk menutupi anjloknya omzet sebelumnya, sebab target tahun 2013 ini rata-rata Rp 2 miliar per bulan,” papar dia panjang lebar.
Pada Oktober lalu, kategori mail menyumbangkan 35 persen dari omzet mail dan parcel, sisanya dari kategori parcel. Dari omzet mail tersebut terbagi Rp 265 juta untuk kategori korporat, dan Rp 405 juta dari mail ritel. Sementara itu, di November ini Kantor Pos masih optimis untuk pencapaian mail dan parcel, sebab menurut Rusdianto, trennya meningkat di akhir tahun. Terlebih, saat ini Kantor Pos juga memiliki agen pos di beberapa sudut Kota Malang. “Tahun ini jumlah agen pos terus bertambah menjadi 34 unit di akhir Oktober, jadi harus mampu menambah omzet kami,” imbuh pria berkacamata ini.
Bulan ini pula, Kantor Pos Cabang Malang telah memiliki pemimpin baru. Pemimpin Cabang Malang sebelumnya, Kiagus M. Amran yang berasal dari Palembang telah menyerahkan posisinya kepada Muhammad Zaini yang sebelumnya bertugas di Kediri. Kiagus M. Amran sendiri efektif sejak 1 November telah mengakhiri masa tugasnya yang genap 3 tahun di Kota Malang, dan kini berpindah tugas ke Semarang. (ley/han)