Peserta JPK Menyusut Tahun Depan

MALANG – Kurang dari dua bulan PT Jamsostek akan berubah nama menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Persiapan pun terus dilakukan, salah satunya memilah peserta Jamsostek yang saat ini masih masih masuk dalam Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) Jamsostek dan akan beralih ke Askes (BPJS Kesehatan) per 1 Januari tahun depan.
“Salah satunya kami sudah menyerahkan data JPK ke Askes pusat, agar memudahkan pendataan jumlah peserta kami nanti, begitu pula BPJS Kesehatan,” ungkap Kepala Jamsostek Cabang Malang, Supriyanto.
Menurut dia, data tersebut terus diperbaharui oleh Jamsostek, termasuk hingga akhir bulan lalu yang masih memberikan laporan mengenai peserta JPK. Saat ini, peserta Jamsostek berjumlah 2000 perusahaan lebih, dengan jumlah tenaga kerja mencapai 115 ribu orang. Total tersebut, 658 perusahaan diantaranya adalah peserta program JPK, dengan jumlah 45 ribu orang.
“Jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan di Malang Raya akan menyusut menjadi 70 ribu orang, sebab yang lain tadi hijrah ke BPJS Kesehatan. Nantinya, BPJS Ketenagakerjaan hanya akan melayani program Jaminan Kecelakaan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK),” paparnya kepada Malang Post.
Pria yang sebelumnya bertugas di Madura ini menjelaskan, saat ini Jamsostek hanya menunggu petunjuk teknis berupa peraturan pelaksanaan (PP) Undang-Undang (UU) BPJS. Peraturan tersebut diantaranya mengenai penerima bantuan iuran dan Peraturan Presiden tentang Jaminan Kesehatan. Saat ini, masih ada peraturan yang belum diketahui, sebab belum turun ke daerah.
“Juknis lengkapnya belum turun, sehingga untuk pelaksanaan ke depan belum tahu secara penuh. Bila sudah lengkap, pasti langkah persiapan juga lebih cepat,” imbuh dia.
Sementara itu, Jamsostek Cabang Malang juga tengah mengadakan renovasi bangunannya yang terletak di Jalan Dr. Soetomo. Menurut Supriyanto, selain sudah waktunya untuk pembenahan demi kenyamanan peserta Jamsostek juga, menjadi salah satu nilai lebih saat bertransformasi dengan nama baru.
“Gedungnya memang perlu rehab. Targetnya bulan Desember sudah selesai, sebelum berubah nama. Gedung baru nama baru juga, walaupun tidak direncanakan seperti itu,” pungkas dia. (ley/fia)