Load Factor Sriwijaya Air Stabil 97 Persen

MALANG – Kiprah Sriwijaya Air memasuki 10 tahun di bulan November ini. Pada ulang tahunnya kali ini, Sriwijaya Air mengangkat tema Merajut Pulau, Mendekatkan Jarak. Tema ini diambil setelah pembukaan rute baru ke Timika dan Merauke, wilayah paling ujung timur di Indonesia.
“Misi dari Sriwijaya Air adalah menghubungkan wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke sehingga jarak antar pulau menjadi lebih dekat,” terang District Manager Sriwijaya Air Malang, Muhammad Yusri Hansyah.
Tak hanya fokus ekspansi, namun Sriwijaya juga fokus menggarap masing-masing wilayah agar menjadi market leader, salah satunya di Malang. Sriwijaya Air tak hanya sukses mengawali penerbangan komersil di Malang namun juga mampu mendongkrak perekonomian di wilayah malang Raya.
Berdasarkan catatan load factor Sriwijaya Air, jumlah isian pesawat dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan. “Angka load factor dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan. Tahun lalu, rata-rata load factor berada di angka 95 persen, di tahun ini, hingga Oktober lalu, rata-ratanya mencapai 97 persen,” jelas Yusri.
Bapak tiga anak ini menuturkan, tingginya load factor dan penambahan maskapai yang masuk ke Malang tak membuat maskapai melakukan perang tarif . Bahkan, dari tahun ke tahun, angka yield (harga tiket tempat duduk) cenderung mengalami kenaikan.
“Kalau tahun lalu berada dikisaran Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu.Utuk sekarang, rentang harganya disekitar Rp 800 ribu hingga Rp 1,2 juta,” urai dia.
Pertumbuhan yield tersebut menurut Yusri menunjukkan permintaan moda transportasi udara di Malang masih tinggi kendati jumlah maskapai terus bertambah. “Volume penumpang dari Malang sangat tinggi, itu pun masih di back up penerbangan dari Surabaya. Masih cukup banyak penumpang-penumpang dari Malang yang memilih berangkat dari Surabaya,” urai dia saat ditemui Malang Post di kantornya, Jumat (8/11) lalu.
Untuk menjaga tren pertumbuhan yang positif, Yusri mengatakan maskapai tersebut telah menyiapkan program-program yang akan direalisasikan tahun depan, diantaranya penambahan rute untuk Malang – Balikpapan, Malang – Denpasar – Makasar, dan pengoperasian pesawat baru jenis 737-800 NG yang memiliki kapasitas seat lebih besar dari Boeing seri klasik seperti 737-300 dan 737-500.
“Untuk pengembangan rute, Sriwijaya Air Malang sedang berupaya untuk mengakomodir penerbangan ke Indonesia Timur. Permintaan ke sana cukup tinggi, terutama dari para pekerja,” jelas dia.(fia)