Tidak Mau Ketemu Bukan Berarti Sombong

MALANG – Begitu sulit menemui sosok Nina Afrisanti sekalipun di tempat kerjanya, yakni di Perum Bulog. Dia sulit ditemui bukan berarti enggan, namun memang lebih sering berada di tempat lain daripada di ruang kantornya.
“Bukan berarti sombong atau tidak mau ya bila saya susah ditemui. Sebab, waktu saya lebih banyak di jalan, menuju ke daerah lain untuk memenuhi kewajiban pekerjaan,” ujar Kepala Perum Bulog Sub Divre VII Malang ini.
Kerap kali pula Nina meminta maaf ketika bertemu dengan Malang Post, terlebih bila sebelumnya sudah memiliki janji namun tiba-tiba tidak ada di tempat. Salah satu alasannya, terkadang dia mendapatkan panggilan mendadak ke Surabaya, atau harus melakukan lobi di tempat lain yang membutuhkan waktu begitu cepat.
Sulitnya perempuan murah senyum ini, terutama dengan awak media yang hendak menggali informasi mengenai hal yang dikerjakan hingga perkembangan dari Perum Bulog. “Ketika bertemu dengan seseorang, selain janji, prioritas menjadi faktor penting. Tetapi pada dasarnya, saya ataupun Bulog welcome dengan siapapun,” tandas dia.
Perempuan berjilbab ini pun mengakui, bila bertemu dengan dia harus benar-benar diatur jadwalnya, atau resikonya ditanggung sendiri. “Bila tiba-tiba datang, belum tentu saya ada di kantor. Kalau gagal bertemu kan sayang juga. Terkadang saya ada, tetapi banyak tamu atau sedang diburu deadline pekerjaan, tentu harus meminta waktu lain kali,” paparnya panjang lebar.
Hanya saja dia memastikan, ketika ada waktu walaupun hanya 10-20 menit untuk menemuinya meski tanpa ada janji, tak sedikitpun dia menolak. Dia berujar, menemui seseorang karena posisi dan pekerjaan, merupakan salah satu tanggung jawab pula. Demikian juga ketika secara tiba-tiba dalam kondisi lelah, ternyata ada permintaan keluar kota. (ley/fia)