PertaminaWaspadai Aksi Penipuan

MALANG – Maraknya penipuan melalui SMS berhadiah, lowongan pekerjaan, hingga diterima kerja di sebuah pekerjaan ternama semakin marak belakangan. Kejadian ini semakin meresahkan, karena iming-iming yang diberikan mencatut perusahaan yang menimbulkan efek kedepannya. Salah satu yang mengalami hal ini yakni PT Pertamina.
“Ya memang terganggu ketika nama besar Pertamina dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggung jawab untuk menipu,” ujar Sales Representative Pertamina Region VII Jawa Timur, Tito Rivanto.
Menurut dia, pencatutan nama Pertamina antara lain pemberitahuan SMS berhadiah hingga yang paling hangat mengenai diterimanya seseorang di Pertamina sebagai modus penipuannya. Terbaru, banyak kasus di beberapa kota lain soal lowongan pekerjaan. Bulan Oktober lalu banyak yang masuk laporannya dari berbagai daerah.
“SMS berhadiah masih ada yang menggunakan, tapi sepertinya modus lowongan pekerjaan yang timingnya sesuai dengan jadwal Pertamina mengadakan seleksi menjadi salah satu perhatian saat ini. Kasihan kan misalnya saja si A memang sedang melamar kerja ke Pertamina, lalu mendapatkan pemberitahuan via email mengenai panggilan untuk mendatangi kantor Pertamina, tetapi ternyata palsu,” papar dia panjang lebar.
Namun ada beberapa kejanggalan bila diperhatikan lebih seksama. Sebab menurut Tito, Pertamina selalu menggunakan alamat resmi dan websitenya untuk mengumumkan hal penting seperti ini. Terakhir, bahkan marak beritanya, calon karyawan Pertamina diarahkan untuk membayar.
“Entah untuk biaya perjalanan, kemudian diganti ketika sudah bertemu. Yang aneh, arahan untuk mentransfer biaya tersebut justru dikirim ke agen travel. Logikanya, setiap yang dipanggil, bebas menuju lokasi panggilan,” urai Tito.
Dia pun menambahkan, banyak hal aneh yang seharusnya disadari. Tito meyakinkan, selalu ada pemberitahuan resmi dengan surat dan bisa dicompare di website www.pertamina.com apakah benar ada panggilan kerja atau tidak. Bila tidak ada, dia berharap siapapun untuk mengabaikan pemberitahuan tersebut.
Terkait masalah ini Pertamina tengah mengumpulkan bukti-bukti. Bila akumulasinya telah sesuai standart untuk dituntut, pasti Pertamina melakukan langkah hukum. “Selain dicemarkan nama baik kami, kasihan masyarakat yang resah. Ini merupakan cyber crime, yang pasti perlu ada tindakan,” imbuh dia. (ley/fia)