November, Perjalanan Wisata Mulai Meningkat

MALANG – Menjelang akir tahun, tour and travel mulai panen permintaan perjalanan wisata. Banyak yang menilai, 3 bulan terakhir setiap tahunnya merupakan masa puncak untuk melayani permintaan wisata, baik ke dalam maupun luar negeri.
Owner Arwana Tours and Travel, Roy Aldila menyebutkan, sejak Oktober lalu permintaan perjalanan wisata meningkat drastis ketimbang bulan normal. “Bisa dibilang naik 100 persen untuk permintaan perjalanan wisata dibanding bulan lainnya, kecuali Juli yang tergolong tinggi pula,” sebutnya.
Roy menandaskan, sudah menjadi pakem bagi pelaku bisnis tour and travel akan menikmati masa high season, terutama menjelang tahun baru. Puncak panen permintaan wisata tersebut antara Desember dan Januari. Selama setahun, masa ini merupakan aktivitas tertinggi, bahkan Arwana Tour and Travel mengaku kewalahan melayani permintaan perjalanan wisata. “Untuk Desember, kami sudah fully booked untuk wisata dalam negeri. Kepercayaan customer begitu besar, kurang dari sebulan sudah tidak ada space kosong lagi,” beber dia.
Menurut dia, periode Desember nanti perjalanan yang ada sebagian besar ke wilayah Jawa Barat seperti Bandung. Kemudian permintaan wisata ke Bali berada di posisi kedua. Roy menjelaskan, ramainya perjalanan tahun ini meningkat 50 persen dari tahun lalu. Sedangkan perjalanan keluar negeri ada beberapa tetapi masih belum tinggi permintaan.
Hal ini justru jauh berbeda yang dialami oleh Panorama Express Tours and Travel. Untuk permintaan perjalanan dari Kota Malang, tujuan ke luar negeri lebih mendominasi. Bahkan, skalanya 80:20 dimana besar untuk perjalanan keluar negeri, customer lebih memilih ke wilayah Eropa.
Manajer Panorama Express Tours and Travel Malang, Fox Sugiono menyampaikan, biro perjalanan yang berkantor di Jalan Letjend Sutoyo ini memang telah dikenal memiliki berbagai macam pilihan wisata ke luar negeri. “Kami memang lebih menyasar pada perjalanan ke luar negeri walaupun juga melayani perjalanan wisata dalam negeri. Customer kami sudah mengetahui hal itu,” ujarnya kepada Malang Post.
Lebih lanjut Fox menyebutkan, permintaan wisata di medio November-Desember ini meningkat 20 persen ketimbang periode yang sama tahun 2012 lalu. Sementara bila dibandingkan dengan bulan normal, peningkatannya mencapai 50 persen. Tujuan wisata favorit seperti Inggris, Rusia, Italia dan Perancis. Kemudian, perjalanan tersebut sebagian besar berlangsung di bulan Desember menjelang perayaan Natal.
“Mulai 18 Desember sampai minggu pertama Januari tahun depan trafficnya tinggi. Rata-rata pelanggan kami berangkat bersama keluarga dan mereka dari kalangan pebisnis,” terang dia.
Masih menurut pria yang juga memiliki bisnis properti ini, biaya untuk perjalanan kategori premium yang ditawarkan mulai dari Rp 28 jutaan untuk Eropa. Namun bila customer menginginkan wisata ke Asia, budgetnya mulai dari Rp 3 juta. Tujuannya seperti Thailand, Singapura dan Korea.
Salah satu tours and travel yang baru setahun berdiri pun mengakui tingginya permintaan wisata menjelang akhir tahun. Owner Nank Tours and Travel yang berada di kawasan ITN, Nico Dodik Prayoga menyampaikan, peningkatan yang ada ketimbang bulan sebelumnya di November ini sudah naik 20 persen, dan terus bertambah pada Desember nanti. “Walaupun destinasi wisata kami lebih ke wisata alam di dalam negeri seperti Bromo, Raja Ampat, peningkatannya sudah terasa di bulan ini,” jelasnya.(ley/han)