Ganti Nama, Askes Urusi 126 Juta Peserta

MALANG – PT Askes terus menyosialisasikan mengenai Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang merupakan program pemerintah yakni mengganti nama Askes menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Termasuk diantaranya mengenai wewenang Askes dalam melayani masyarakat mulai tahun depan, dalam hal asuransi kesehatan masyarakat. Begitu pula mengenai siapa yang mendukung pelayanan kepada masyarakat, dalam hal ini instansi.

Sosialisasi salah satunya dilakukan kepada Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer Indonesia (PKFI) Malang beberapa waktu lalu. Askes mencoba memberikan sosialisasi mengenai kewajiban klinik terhadap masyarakat yang nantinya telah tergabung dalam BPJS Kesehatan.
“Klinik, juga merupakan bagian kesuksesan JKN mulai tahun 2014. Sebab, klinik juga berkewajiban menerima peserta BPJS Kesehatan untuk pelayanan dasar,” ujar Kepala Askes Cabang Malang, Bimantoro.
Dia menyebutkan, setidaknya ada 95 klinik yang secara resmi beroperasi di Malang Raya dan klinik tersebut memiliki kewajiban yang sama. Disamping melayani peserta BPJS Kesehatan dalam hal pelayanan dasar, atau pelayanan primer, klinik juga harus turut membantu masyarakat yang belum menjadi bagian dari BPJS Kesehatan.
Lebih lanjut pria yang kerap dipanggil Bimo ini menyebutkan, tahun depan Askes dengan nama baru secara nasional akan melayani 126,8 juta peserta dari total 16,8 juta sebelumnya. Naiknya sekitar 7 kali lipat ketimbang sebelumnya, dengan adanya limpahan antara lain dari peserta Jamkesmas, Jamkesda dan Jamsostek. Untuk limpahan dari Jamsostek sendiri Askes Cabang Malang menerima 46 ribu peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan yang merupakan karyawan perusahaan. (ley/fia)