Okupansi Hotel Terus Naik

MALANG –  Perhotelan di Malang mengakhiri masa low season di November. Jika Oktober lalu, okupansi rata-rata di angka 60 persen hingga 70 persen, maka bulan ini, tingkat hunian sudah berada di atas angka tersebut.
Marketing Communication Harris Hotel and Convention Malang, Yoci Indah Sari menuturkan, hotel yang berada di ujung utara Kota Malang ini Oktober lalu okupansinya meningkat ketimbang bulan sebelumnya. “Okupansi selama Oktober sudah di atas 73 persen, sementara September lalu 70 persen,” tuturnya.
Menurut dia, okupansi yang ada di Hotel Harris tergolong stabil, sebab tidak pernah di bawah 60 persen sejak pertama kali beroperasi akhir Maret lalu. Selain menawarkan keistimewaan bangunan, kelengkapan yang ada di hotel juga menjadi penunjang tingginya minat tamu untuk menginap di tempat itu.
Salah satu hotel yang termasuk tinggi pula okupansinya yakni Hotel Tugu Malang. Hotel legendaris di Kota Malang ini bulan lalu tingkat okupansinya sebesar 85 persen. Bahkan, sesuai dengan pengakuan Executive Assistant Manager Hotel Tugu Malang, Crescentia HV, hotel yang berada di samping Balaikota Malang ini selalu memiliki tingkat okupansi di atas 80 persen.
“Setiap bulannya selalu 80 persen ke atas. Mungkin karena kami memiliki perbedaan dibanding lainnya, serta target tamu yang bisa disebut golongan menengah ke atas, okupansinya jadi stabil,” urai dia panjang lebar.
Sedikit berbeda diakui oleh General Manager Regent’s Park Hotel, Suharmana Larante. Dia menuturkan, memang sudah ada peningkatan angka hunian di hotelnya. Namun hotel ini juga memiliki senjata tersendiri demi kestabilan target bisnisnya, yakni melalui restoran. Sayangnya Suharman enggan menyampaikan angka, hanya saja dia memastikan restoran yang ada selalu ramai dan menyumbang 20 persen omzet bisnis hotel.
“Ramainya restoran untuk sarapan, makan siang atau makan malam menjadi salah satu andalan bila okupansi hunian rendah. Sebagai salah satu saudara tua untuk hotel di Kota Malang, restoran kami tidak pernah sepi,” papar dia.
Sementara itu, Marketing Manager Savana Hotel and Convention, Dewi Melani menyampaikan, sudah mulai ada peningkatan walaupun tidak besar. Namun, sejak bulan Oktober lalu Hotel Savana juga memiliki strategi untuk menjaga target bisnisnya, seperti adanya diskon spa, dan di bulan ini adanya diskon mencapai 20 persen untuk food and beverages.
“Bulan ini pasti jauh lebih baik lagi okupansinya, sebab trend tamu terus meningkat jelang akhir tahun,” tandas dia. (ley/fia)