Katrol Omzet dari Bazaar Emas

MALANG – Sejak Agustus lalu, PT Pegadaian (Persero) Cabang Malang gencar melakukan promosi atau lelang perhiasan melalui bazaar. Terbukti, event tersebut membantu penjualan barang lelang, dengan omzet dalam sekali bazaar bisa mencapai Rp 200 juta.
Hal tersebut diakui oleh Kepala Pegadaian Cabang Malang, Siswuriyanto. “Bazaar yang ada, kalau momennya pas penjualan perhiasan kami bisa mencapai Rp 200 juta. Minimal Rp 100 juta dalam sekali bazaar,” ujarnya.
Menurut pria dengan sapaan akrab Sis ini, pada bazaar perdana saat jelang lebaran lalu, banyak nasabah Pegadaian berburu perhiasan, sehingga momen bazaar benar-benar dimanfaatkan untuk mendapatkan emas dengan harga lebih terjangkau.
Sementara pada 3 bazaar selanjutnya memang tidak sebesar yang pertama, hanya saja menurut Sis hasilnya masih sesuai harapan. “Memang menurun, trendnya di pasaran untuk penjualan emas juga sedang sepi pasca lebaran. Tetapi paling tidak dalam sehari kami bisa menembus angka Rp 40 juta, kecuali pada edisi pertama dan kedua yang sangat tinggi,” jelas dia kepada Malang Post.
Perlu diketahui, dalam sekali bazaar yang dilaksanakan terpusat dan bersama-sama dengan Pegadaian cabang lain yang berada di Malang Raya ini selalu berlangsung dalam waktu 3-4 hari.  Cabang lain misalnya Kepanjen, Kotalama, Singosari, Blimbing hingga Kepanjen. Rata-rata penjualan perhiasan bisa mencapai Rp 30 juta per hari. Raihan tersebut di luar Pegadaian Cabang Malang.
“Kebetulan hasil kami selalu bagus, sehingga begitu terbantu dengan adanya bazaar. Paling tidak, bisa menyumbang 20 persen omzet lelang dalam sebulan,” imbuh Sis.
Pegadaian pun merencanakan bazaar akan terus dilaksanakan tiap bulannya. Bila saat ini masih belum terlalu banyak masyarakat yang mengetahui, dia berharap Desember nanti bisa maksimal dikunjungi oleh nasabah. Rencananya, Desember nanti merupakan puncak bazaar Pegadaian di tahun 2013 dan akan diadakan di Pegadaian Cabang Kotalama. (ley/fia)