Jeruk Shantang Mulai Bermunculan

MALANG – Keberadaan salah satu buah impor favorit masyarakat Indonesia, jeruk shantang mulai membanjiri pasar modern dan tradisional di Malang. Walaupun belum banyak dan cenderung masih tinggi harganya, warnanya yang khas menarik perhatian masyarakat untuk mulai berburu. “Setelah empat bulan lebih tidak ada, jelang akhir tahun jeruk shantang ini mulai muncul. Namun memang stoknya masih sedikit, harganya juga masih Rp 278.000 per kilo,” ungkap Store Manager Carrefour Market Malang Mitra, Nur Kholik.
Menurut dia, Carrefour mulai mendapatkan stok jeruk yang merupakan saingan jeruk mandarin ini sejak awal pekan lalu. Sebagai awal, persediaan untuk store pun belum terlalu banyak, baru sekitar 1 kuintal saja. “Awalnya juga masih melihat minat customer untuk persediaan jeruk shantang ini. Sebab, jika stoknya melimpah namun belum menarik minat customer, malah rugi,” beber dia kepada Malang Post.
Kholik menambahkan, untuk jumlah 1 kuintal ini ditargetkan terjual dalam waktu 3 hingga 4 hari, menyesuaikan batas ketahanan buah segar tersebut. Kemudian, bila permintaan sudah meningkat, tambahan stok pasti dilakukan oleh Carrefour. Momen Natal hingga Imlek biasanya permintaan untuk jeruk shantang, juga jeruk mandarin meningkat, stoknya bisa mencapai 3 kali lipat untuk 4 hari.
Sementara itu, Store Manager Giant Supermarket Plaza Araya, Sungkowo menyampaikan, mengenai rasa untuk pertama kali kemunculannya memang belum maksimal manis. “Cenderung masih ada rasa asamnya. Biasanya seperti itu, namun tidak sampai sebulan sudah mulai muncul jeruk shantang yang manis,” urainya. Dia menambahkan, stoknya memang baru muncul akhir pekan lalu. Impor jeruk shantang baru masuk menyesuaikan musim, dan maksimal di akhir tahun sampai dengan Imlek.
Bisa mencapai 2 kuintal untuk persediaannya jika sudah maksimal permintaan. Begitu pula diakui oleh Division Manager Fresh Product Hypermart Malang, Sutrisno. “Hypermart baru masuk awal pekan ini untuk stoknya, dan mulai ada di store akhir pekan nanti,” tandas dia. Pedagang di Pasar Tradisional Gadang, Widikanto pun mengakui keberadaan jeruk berukuran kecil ini baru muncul medio November ini. Namun, belum semua pedagang buah memiliki stok jeruk shantang, hanya beberapa saja yang biasa menjual buah impor. (ley/mar)