Prospektif, Tawarkan Investasi Hutan

Tidak ada salahnya mencoba berinvestasi hunian dalam hutan.

MALANG – Pilihan menarik dalam berinvestasi dengan model terbaru, yakni investasi melalui lahan dan tanaman di hutan. Apakah Anda tertarik? Cobalah mengunjungi pameran tunggal Harfam Green For Wealthness di depan pintu masuk Mall Olympic Garden (MOG) Malang, dan temukan penawaran menariknya bagi Anda. “Kami mengadakan pameran 18-24 November untuk masyarakat di Malang. Penawarannya menarik bagi yang hobi berinvestasi, prospek investor di Malang juga besar. Selama beberapa pameran sebelumnya terhitung sukses” ungkap Marketing Harfam Green For Wealthness Kantor Surabaya, Reva Pradipa.
Menurut dia, selama seminggu mengadakan pameran di Malang, banjir hadiah disiapkan bagi Anda. Sebab mulai dari 11 November lalu Harfam memberikan price list partnership jauh lebih terjangkau ketimbang biasanya. Cicilan tanpa bunga hingga cash back dalam masa promo siap menarik Anda yang gemar berinvestasi. “Kelebihannya, selain investasi tentu saja melestarikan lingkungan dan membuat lahan hijau lebih banyak. Salah satu wujud perhatian bagi bumi,” terang Reva kepada Malang Post.
Menurut dia, dalam pameran ini setiap pembelian di cluster apapun untuk lahan di wilayah Situbondo pasti mendapatkan hadiah langsung. Mulai dari cluster Royal Tectona yang mewah dengan harga normal Rp 7,1 miliar hingga pilihan cluster sederhana dengan nama Tectona Garden seharga Rp 153 juta. Selama masa promosi ini, Royal Tectona seluas 8 hektar harganya sebesar Rp 5,7 miliar dan Tectona Garden dengan luas 1000 meter seharga Rp 125 juta. Hadiah langsung berupa Bb Porsche, Macbook, BB Q10, Samsung Galaxy Mega, atau Ipod Touch tergantung pilihan lahan yang Anda inginkan.
Bila Anda sepakat membeli lahan, maka lahan jati beserta sertifikat menjadi milik Anda. Kemudian Anda memperoleh bibit, perawatan dan sistem bagi hasilnya adalah 50:50. “User mendapatkan 50 persen, sementara Harfam sebagai pengelola mendapatkan 50 persen yang dibagi dengan pembelian pupuk dan waktu panen. Masanya selama 8 tahun dalam pengelolaan Harfam, selanjutnya diserahkan kembali kepada user,” urainya. Untuk keuntungan, dalam masa 8 tahun untuk 1 kali masa panen kayu jati, dengan luas 1 hektar Anda akan memperoleh pendapatan Rp 8,6 miliar. Bandingkan dengan biaya investasi untuk lahan seluas 1 hektar yang hanya Rp 812 juta. “Keuntungannya berlipat melebihi investasi jenis lain,” tutupnya. (ley/mar)