Fashion Rajut Kualitas Ekspor Jadi Buruan

MALANG – Bila Anda mengunjungi Malang Town Square  (Matos) akhir pekan ini, cobalah untuk mengunjungi pameran fashion yang berada di hall mall tersebut. Anda akan menemukan salah satu stand bernama New-New Collection (NNC) yang menawarkan fashion rajut menarik.
Berbagai produk dengan model rajutan, mulai dari cardigan, bolero, jaket, sweater, hingga dress berbagai warna dan motif. Bahkan, Anda akan menemukan dress atau coat seperti yang dikenakan di Korea ketika musim dingin.
“Produk di NNC ini asli buatan dari Bandung. Tetapi pasarnya memang diekspor seperti ke Amerika, Eropa, dan juga Korea. Lalu ada pula salah satu cardigan khusus yang memang hanya dikirim ke Brazil. Untuk sebutan dan ukurannya pun disesuaikan dengan pelafalan di sana. Misal, ukurannya GG yang setaraf dengan ukuran XL,” urai Owner NNC, Pipin Syaifudin.
Menurutnya, produk yang dia bawa memang terdiri dari dua macam. Fashion rajut kualitas ekspor dan juga fashion rajut yang kerap ditemui di Indonesia. Bila Anda melihat bandrolnya, untuk yang berkualitas ekspor memang di atas Rp 100 ribu. Kisarannya Rp 150 ribu sampai dengan Rp 225 ribu. Padahal bandrolnya tertulis dengan kurs asing, seperti USD dan Euro.
“Bila sudah di luar negeri memang harganya bisa 2 kali lipat. Sementara di Jakarta bila sudah masuk mall bisa mencapai Rp 500 ribu. Kalau NNC pameran di Jakarta bandrolnya di kisaran Rp 400 ribu,” papar dia panjang lebar.
Dia mencontohkan, untuk dress selutut harganya sebesar Rp 225 ribu. Begitu pula harga cardigan rajutnya, mulai dari Rp 200 ribu. Menurut dia, bila ingin harga yang lebih terjangkau, bahannya jauh berbeda. Selain itu, ketahanannya tidak sekuat fashion rajut yang diekspor ini. “Ada sih harga mulai Rp 100 ribu, tapi yang biasa,” tegas dia.
Masih menurut dia, meskipun harganya mahal, selama dua hari pameran di Malang ini minat pengunjung untuk membeli cukup besar. Sesuai pengakuan pria asli Bandung ini, beberapa stok sudah habis, dan siap didatangkan awal pekan ini.
“Ternyata jelang akhir tahun kebutuhan fashion di Kota Malang meningkat drastis. Meskipun lebih mahal, mereka tak masalah sepanjang model sesuai dengan selera,” pungkasnya. (ley/fia)