Paket Bisnis Printing Mulai Rp 2,5 Juta

MALANG – Apakah Anda ingin mempunyai usaha sablon digital sendiri? Cobalah Anda menghubungi Ecoprintlution Malang yang menawarkan paket mesin digital untuk sablon kaos, press mug, cutting sticker hingga plastic card.
Sales Ecoproprintlution, Hendri Kristiawan menyebutkan, kini tidak lagi susah bila menginginkan usaha sablon digital sendiri. “Kami bisa menjadi solusi untuk kebutuhan mesin digital, harganya pun terjangkau mulai dari Rp 2,5 juta untuk paket pin button,” sebutnya.
Dalam paketnya, misalnya saja paket pin button terdiri dari mesin, bahan pin ukuran 44 mm, bahan pin berukuran 58 mm, bahan pin cartoon, hologram laminate, small variable cutter dan video tutorial. Jadi Anda tinggal mengaplikasikannya sendiri di rumah dan bisa memulai usaha.
Bila Anda membutuhkan mesin untuk menyablon kaos, bandrolnya siapkan mulai dari Rp 4,6 juta. Sementara untuk paket mesin press kaos alumunium, Anda harus memiliki budget Rp 5 juta. Sama seperti paket pin button, Anda akan mendapatkan printer Epson, mesin press kaos, sublimation paper, keramik tile dan video tutorial.
“Ecoprinlution juga mengajari cara penyablonannya,” imbuh Hendri kepada Malang Post.
Masih ada pula paket press mug dengan harga Rp 3,25 juta. Selain peralatan lengkap, Anda akan mendapatkan bonus mug sejumlah 24 pieces. “Namun sampai 8 Desember 2013 saja, selama berlangsung pameran yang Ecoprinlution ikuti di Matos, semua harga ini termasuk spesial. Setelah itu, bisa kembali ke harga normal,” jelasnya.
Bila menginginkan harga lebih murah, terdapat paket press kaos dan mug dengan harga Rp 6,5 juta. Padahal bila membeli secara satuan, bisa mencapai Rp 7,4 juta.  Menurut Hendri, promo paket ini juga sebagai hadiah akhir tahun bagi yang hendak membuka sablon digital.
Ecoprintlution yang beralamat di Pondok Blimbing Indah ini juga siap melayani keluhan Anda bila ternyata suatu saat Anda membutuhkan servis. “Misalnya saja untuk pengisian tinta atau kerewelan mesin press, bisa langsung datang ke kantor, dan langsung kamu layani,” pungkasnya. (ley/fia)