Optimis Salurkan 750 KPR FLPP Sampai Akhir Tahun

MALANG – BRISyariah Cabang Malang mencatatkan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) di semester kedua tahun ini mencapai lebih dari 600 user. Namun demikian, jumlah tersebut masih kurang dari target yang dipatok hingga akhir tahun nanti.
“Akhir Desember nanti kami menargetkan penyaluran mencapai 750 KPR FLPP. Saat ini sudah banyak yang masuk namun masih dalam proses verifikasi,” terang Pemimpin BRISyariah Cabang Malang, Agung Wahyudi Rahardjo.
Menurutnya, penyaluran KPR FLPP BRISyariah ini sejalan dengan program pemerintah untuk memenuhi kebutuhan Rumah Sejahtera Tapak (RST) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Program tersebut intensif dikerjakan oleh BRISyariah sejak Juli lalu.
Kemudian begitu ada pameran rumah rakyat yang diselenggarakan di Malang, permintaan pembiayaan perumahan jenis ini langsung meningkat drastis. Menurutnya, dalam tempo tiga bulan saja yang sudah cair dan kini dalam proses pencairan mencapai 500an user.
“Awalnya memang masih sedikit yang menggunakan fasilitas ini, kecuali yang telah menjadi nasabah dan telah mendapat edukasi. Namun begitu ada pameran, langsung meningkat, begitu pula nasabah kami turut meningkat drastis,” papar dia panjang lebar.
Dia menjelaskan, dengan bunga fix 7,25 persen sampai lunas maka nasabah atau user diuntungkan. Sebab, kelebihan dari system syariah yang ditawarkan ini berdasarkan kesepakatan awal saat akad jual beli, yakni murahbaha. Maka, tidak perlu dipusingkan dengan berubahnya cicilan di kemudian hari.
Agung menuturkan, BRISyariah memang fokus di sektor KPR FLPP ini untuk membantu pemerintah juga nasabahnya. Namun, juga tetap melayani KPR umum atau non FLPP. Untuk sektor non FLPP pembiayaannya tidak terbatas, sementara KPR FLPP sesuai standar pemerintah pembiayaan hunian seharga Rp 88 juta.
“Bila Desember atau Januari tahun depan yang KPR FLPP naik kami mengikuti saja,” imbuh pria berkacamata ini.
Selama sebulan ke depan dia optimis target akan terpenuhi. Apalagi, setelah sempat lesu medio November kemarin, keinginan user untuk berburu hunian juga bertambah. “Sepertinya akhir tahun ini juga akan ada pameran perumahan, walaupun tidak berharap banyak biasanya berpengaruh,” pungkas Agung. (ley/fia)