Harga Antam Naik, Emas Perhiasan Turun

MALANG – Tidak stabilnya kurs Rupiah terhadap dolar AS ternyata berdampak pula pada harga emas. Harga emas PT Aneka Tambang (Antam) di awal bulan ini mengalami kenaikan tipis ketimbang akhir pekan lalu. Sementara harga emas perhiasan di pasaran masih stabil.
Manager Penjualan PT Solusi Tunai, Anjar Budi Kustanto mengungkapkan, harga emas Antam Senin (2/12) kemarin sebesar Rp 531 ribu untuk pecahan 1 gram. “Harganya naik Rp 1000 daripada harga Jumat (29/11) lalu pada angka Rp 530 ribu,” ungkapnya.
Menurut dia, harga ini terus mengalami kenaikan selama sepekan terakhir, berbarengan pula dengan pelemahan rupiah. Harga emas Antam di awal pekan lalu masih Rp 520 ribu per gram. “Grafiknya terus naik sejak pekan lalu, bahkan untuk beberapa hari ke depan bila perekonomian di Indonesia tidak stabil,” beber dia kepada Malang Post.
Anjar menambahkan, meskipun harga emas dunia masih masuk kategori hancur, tidak begitu berlaku bagi Indonesia yang justru melambung. Imbas kurs Rupiah yang melemah terhadap dolar AS ini berdampak pula pada tingginya harga emas.
“Harga emas perhiasan juga naik, namun masih dalam kategori wajar,” tambahnya.
Lebih lanjut, dia belum berani memprediksi mengenai fluktuasi harga emas ini. Sebab selain faktor kurs Rupiah, faktor ekonomi, tingginya permintaan dan penawaran juga turut berpengaruh. Masih ditambah lagi dengan kondisi politik dunia, khususnya AS yang menjadi acuan.
Sementara itu, harga emas perhiasan justru mengalami penurunan setelah sempat mengalami kenaikan akhir pekan lalu. Di Pasar Besar Malang (PBM) misalnya, emas lantak atau emas 24 karat kini bandrolnya Rp 470 per gram. Padahal, sebelumnya sempat naik sampai Rp 480 ribu per gram. “Dua hari ini harganya turun Rp 5000 an, sehingga sekarang lebih rendah,” ujar Pedagang Emas PBM, H. Hasan.
Lalu, harga emas 23 karat kini bandrolnya sebesar Rp 415 ribu per gram dan emas 22 karat seharga Rp 345 ribu per gram. Diakui Hasan harganya lebih rendah dibanding hari sebelumnya. “Habis naik, kini turun. Hanya penurunannya masih belum terasa,” pungkas dia. (ley/fia)