Tarif Listrik Angkat Inflasi Malang

MALANG – Kenaikan tarif listrik ke empat di tahun 2013 yang diberlakukan pada November menjadi penyumbang terbesar inflasi di Malang pada November lalu. Berdasarkan data statistik yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, inflasi di Kota Malang pada November lalu sebesar 0,23 persen.
Secara otomatis, Indeks Harga Konsumen (IHK) juga mengalami kenaikan dari 145,53 pada Oktober, naik menjadi 145,86 pada November. Kondisi tersebut membuat laju inflasi kalender 2013 berada pada angka 7,34 persen, sedangkan inflasi year on year (YoY) sebesar 8,09 persen.
Kasi Statistik dan Distribusi BPK Kota Malang, Erny fatma Setyoharini mengungkapkan,  kenaikan tarif listrik yang masuk pada kelompok pengeluaran Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar menjadi penyumbang terbesar inflasi pada November. Kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,1754 persen.
“Inflasi di kelompok ini cukup tinggi, sebesar 0,89 persen,” jelas Ery saat dikonfirmasi Malang Post kemarin (2/12) sore.
Tarif listrik, lanjut Erny masuk dalam 10 komoditas penyumbang inflasi bersama bawang merah, daging sapi, pasir, apel, minyak goreng, beras, besi, beton, selada/daun selada, dan kelapa.
“Tampaknya penghujan mulai membawa efek pada kenaikan harga. Karena harga bawang merah mulai naik,” imbuh perempuan berjilbab ini.
Ia menambahkan, tak semua komoditas mengalami kenaikan harga, ada beberapa yang justru mengalami deflasi diantaranya cabe rawit, cabe merah, daging ayam ras, telur ayam ras, tomat sayur, emas perhiasan, telur asin, udang basah, bayam, dan tomat buah.
“Dilihat dari angka, inflasi Malang relatif tinggi karena melampaui Jawa Timur dan Nasional yang angkanya berada pada posisi 0,19 persen dan 0,12 persen,” tukas Erny.
Ia memprediksi, trend kenaikan harga akan berlangsung hingga akhir tahun. Pasalnya, di Bulan Desember terdapat even hari raya Natal dimana ada kecenderungan kenaikan belanja masyarakat.
“Selain itu, intensitas hujan biasanya juga lebih tinggi sehingga mempengaruhi panen petani,” pungkas dia. (fia)