Harga Elektronik Naik 10 Persen

MALANG – Pelemahan Rupiah membawa efek langsung terhadap produk-produk impor, salah satunya barang elektronik. Sejak November lalu, sejumlah toko mulai menaikkan harga produk elektronik mereka.
Store Manager Plaza Elektronik Malang, Pao Sugiyanto menyebutkan, kenaikan sudah terjadi sejak awal bulan lalu. “Di tempat ini malah sudah menaikkan harga barang sejak November. Sejak nilai Rupiah melemah terhadap dolar AS di kisaran Rp 11 ribu per USD periode September,” sebutnya.
Dia menyebutkan, patokan barang elektronik yang ada sebelumnya berpatokan Rupiah di kisaran Rp 9000 sampai dengan Rp 10 ribuan. Jadi, bila kursnya terhadap USD sudah mencapai Rp 11 ribu, cost untuk stok barang bertambah, dan toko harus menaikkan harga. Hanya saja, kenaikan sejak bulan lalu ini masih belum mencapai 10 persen.
Menurut dia, barang elektronik seperti AC, televisi dan lemari es menjadi produk yang tergolong cepat naik. Penyebabnya, beberapa barang tersebut merupakan best seller bagi masyarakat, yang menyebabkan stok harus kembali ditambah oleh store. Sementara bila harganya naik, penjualannya pun harus menyesuaikan.
“Imbas melemahnya Rupiah pasti satu atau dua bulan sesudahnya. Kenaikan di Plaza Elektronik ini imbas pelemahan sebelumnya. Bila pelemahan Rupiah bertahan lama, tahun depan pasti naik, di kisaran 10 persen lagi,” papar dia kepada Malang Post.
Sementara itu, Divisi Manager Hypermart Malang, Budi Errianto menyebutkan, periode ini belum ada kenaikan harga untuk barang elektronik. “Harganya masih normal saja untuk saat ini, ini kan sudah sedikit naik bulan lalu,” ujarnya.
Didik, sapaan akrabnya menuturkan, amannya harga elektronik untuk sementara waktu sebab patokannya masih pada kurs dolar AS sebelumnya. Kenaikan akan terjadi bila pelemahan masih terus terjadi, sampai saat Hypermart menambah stok barang elektronik selanjutnya.
“Stok barang saat ini masih cukup sampai akhir tahun. Bahkan jelang Natal ketika harus menggenjot penjualan, masih bisa mengatasi dengan harga lama,” beber dia.
Lebih lanjut dia memperkirakan, kenaikan baru terjadi awal tahun depan. Malahan, di pertengahan bulan ini Hypermart berencana memiliki program diskon untuk mengejar omzet akhir tahun. “Ada promo di minggu ketiga nanti rencananya,” terang Didik. (ley/fia)