Dahlan : 2013 Tak Ada Impor Beras

MALANG POST  - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengklaim tahun ini Indonesia tidak lagi mengimpor beras. Hal ini lantaran sudah terpenuhinya pasokan dari dalam negeri. Demikian diungkapkan, dalam acara Komite Ekonomi Nasional (KEN) bertajuk Prospek Ekonomi Indonesia 2014, "Tantangan Ekonomi di Tengah Tahun Politik", di Golden Ballroom, The Sultan Hotel, Jakarta, Selasa (3/12/2014).
"Tahun ini tidak akan ada impor beras, karena Bulog sudah mampu mengadakan 3,6 juta ton. Tadi malam saya terima laporan terakhir sudah 3,4 juta ton," jelas Dahlan.
Dia melanjutkan, hal ini lantaran permasalahan keterbatasan pupuk yang menjadi momok telah berhasil diatasi. Untuk itu, dia mengimbau agar tidak ada lagi berita kelangkaan pupuk di suatu daerah.
"Sudah dua tahun ini tidak ada lagi berita kelangkaan pupuk. Dulu antar pabrik pupuk BUMN bertempur. Pabrik pupuk Kaltim masuk ke Jawa Barat demikian pula sebaliknya, jadi perang di pasar,"urainya.
Dahlan melanjutkan, jika pada 2012 Indonesia masih mengimpor beras, hal tersebut lebih pada upaya antisipasi pasokan. Menurutnya, pada tahun kemarin sesungguhnya Indonesia telah mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri, hanya saja jumlahnya masih belum melebihi standar perkiraan kebutuhan.
Pemerintah tidak berani ambil risiko untuk tidak impor sama sekali. Saya setuju untuk impor sedikit sebagai jaga-jaga, siapa tahu ada gejala alam yang sangat besar sehingga dari pada mengorbankan rakyat lebih baik nama sedikit jelek tidak apa-apa, impor sedikit," jelasnya.
Meski demikian, saat ini kualitas yang dihasilkan masih minim. Oleh karena itu, beras yang disimpan Bulog tidak akan 100 persen dalam bentuk beras. Menurutnya, lumbung Bulog nantinya akan diisi padi.
"Kerena itu kita tentukan, tahun depan, pengadaan Bulog 20 persennya harus dalam bentuk gabah, sehingga kualitas berasnya bisa terjaga dengan baik. Berasnya cukup dan tidak rusak,"pungkasnya.(jpnn/han)