Sriwijaya Tambah Slot, Kalstar Buka Rute Baru

MALANG – Arus kedatangan dan keberangkatan pesawat dari Bandara Abd Saleh, akan semakin padat. Tidak sekadar melayani rute Malang – Jakarta PP, Malang – Makassar PP dan Malang – Denpasar PP, tapi juga adanya rute baru, Malang – Balikpapan PP.
Khusus jalur Malang – Jakarta PP, Sriwijaya Air berencana menambah slot penerbangan di rute tersebut. Jika tidak ada aral melintang, dalam minggu ini, maskapai pelopor penerbangan di Malang tersebut akan mengajukan izin penambahan slot Malang – Jakarta ke pengelola Lanud Abdulrahman Saleh.
District Manager Sriwijaya Air Malang, Muhammad Yusri Hansyah menjelaskan, slot baru yang akan diajukan Sriwijaya Air adalah pukul 05.45 WIB dari Jakarta dan 07.40 WIB dari Malang. Jam tesebut disesuaikan dengan operating hour bandara yang dimulai pukul 7.00 hingga 17.00 WIB.
‘’Kalau tidak besok (hari ini, Red.), ya lusa surat izin akan disampaikan ke pengelola bandara. Untuk perizinan ke Dirjen perhubungan udara akan diselesaikan oleh Sriwijaya Air pusat,’’ jelas yusri kepada Malang Post, kemarin (4/12).
Penambahan rute Malang – Jakarta, lanjut Yusri, dilakukan karena permintaan pasar yang cukup tinggi. Banyak konsumen baik dari Malang maupun Jakarta yang meminta penerbangan pagi.
Bapak tiga anak ini mengatakan, Sriwijaya Air cukup optimis akan mengantongi perizinan mengingat trafik pagi tidak padat. ‘’Slot pagi selama ini belum ada yang mengisi. Jadi semoga saja izin bisa turun dari lanud,’’ imbuh Yusri.
Pria ramah ini menambahkan, saat ini pengajuan yang diserahkan ke lanud adalah extra flight (penerbangan ekstra yang sifatnya sementara). Langkah ini sengaja diambil karena Sriwijaya Air harus melakukan trial dalam jangka waktu kurang lebih satu bulan. ‘’Semoga 15 Desember besok sudah bisa direalisasikan. Kita trial dulu selama satu bulan,’’ tegas dia.
Untuk penerbangan baru tersebut, Sriwijaya Air akan menggunakan pesawat jenis Boeing 707-500 NG. Yusri mengatakan, jika bisa direalisasikan bulan ini, maka jadwal tambahan tersebut akan mendongkrak volume jumlah penumpang yang diangkut Sriwijaya Air.
Sementara itu, maskapai Kalstar Avilation, berniat membuka penerbangan Balikpapan-Malang PP. Hal tersebut, dibenarkan Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Abdul Rahman Saleh Letkol Pnb Zulfahmi, kemarin.
‘’Benar, pihak Kalstar ingin membuka rute penerbangan Malang-Balikpapan PP. Untuk itu, Mabes AU hari ini (kemarin, Red.) baru saja menginstruksikan kepada kami untuk melakukan pengkajian Bandara Abd Rahman Saleh,’’ ujar Letkol Penerbang Zulfahmi, saat dihubungi Malang Post kemarin siang.
Menurutnya, diantara sederet pengkajian yang dilakukan tersebut, yang menjadi ganjalan Kalstar untuk ekspansi ke Malang yakni terkait kapasitas ruang tunggu, yang hanya 150 orang.
‘’Seperti surat yang masuk, jadwal penerbangan yang diinginkan Maskapai Kalstar, berdekatan dengan dua maskapai lainnya, yakni Garuda dan Sriwijaya Air,’’ katanya sembari menyebut, Kalstar mengambil jadwal pukul 07.30 wib dan 15.30 wib.
Meski begitu, pihaknya dalam waktu dekat ini akan berkirim surat kepada maskapai penerbangan asal Serpong Tangerang itu, untuk mengambil jadwal flight selain yang diajukan, agar tidak terjadi penumpukkan penumpang.
Solusi lainnya, kata dia, Kalstar harus menunggu selesainya pengembangan bandara. ‘’Kalau terkait proyek pembangunan, itu kapasitas dari pemerintah daerah. Saya tidak tahu progresnya mencapai berapa persen. Tapi kalau proyek itu selesai, penumpang menjadi lebih nyaman,’’ ucapnya
Kalstar Avilation bakal menggunakan  jenis pesawat boeing clasics series 737-300, 737-400 dan 737-500. Jenis pesawat tersebut, tidak ada masalah jika mendarat maupun take off dari Bandara Abd Saleh.
Dikonfirmasi di tempat terpisah, Pemilik Arwana Tour and Ticketing, Roy Aldilla mengatakan ia telah mengetahui akan ada maskapai baru yang akan beroperasi di Malang, yaitu Kalstar untuk destinasi Malang – Balikpapan. ‘’Saya sudah dapat pemberitahuan, namun tampaknya belum resmi,’’ ungkap Roy kepada Malang Post.
Kendati telah mendapatkan pemberitahuan bahwa akan ada pesawat Kalstar yang akan beroperasi pada 15 Desember mendatang, namun Roy mengaku belum melakukan penjualan tiket. ‘’Belum ada informasi detil soal harga, jam, maupun jadwal keberangkatannya,’’ imbuh dia. (big/fia)