Pemerintah Restui ‘Perkawinan’ XL-Axis

JAKARTA– Manajemen PT XL Axiata Tbk (XL) telah memperoleh izin akuisisi dan merger dengan PT Axis Telekom Indonesia (AXIS) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) pada 29 November 2013 lalu. Hal ini merupakan berita gembira bagi pelanggan XL dan AXIS, mengingat banyaknya manfaat yang akan didapatkan oleh pelanggan.
Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi mengapresiasi langkah positif regulator tersebut dan mengatakan, bahwa persetujuan ini akan mendukung XL untuk terus mengoptimalkan layanan bagi pelanggan. ”Aksi korporasi ini sekaligus akan memperkuat kemampuan XL dalam memberikan layanan yang semakin prima kepada pelanggan dan seluruh stakeholders. Dengan jaringan 2G dan 3G yang semakin maksimal, kualitas layanan kepada lebih dari 65 juta pelanggan akan jauh lebih baik dan cakupan jaringan akan lebih luas (better quality, wider coverage),” kata Hasnul Suhaimi, kemarin.
Pelanggan AXIS akan tetap dapat menikmati tarif dan layanan yang sama, serta menarik untuk kalangan muda. “Selain tarif yang tidak berubah, pelanggan AXIS nantinya juga dapat dilayani di XL Center (walk-in center). Selain itu, pelanggan AXIS bahkan dapat menikmati jangkauan layanan yang lebih luas di daerah seperti sebagian Sumatra, sebagian Jawa Barat dan Jawa Tengah serta  kota Surabaya melalui kerjasama roaming nasional dengan XL.” tambah Hasnul.
Hasnul menegaskan bahwa XL dan AXIS terus berkoordinasi secara intensif untuk memastikan proses integrasi kedua perusahaan dapat berjalan mulus dan tidak mempengaruhi kenyamanan pelanggan dalam menggunakan layanan kedua operator, sesuai dengan komitmen XL untuk tetap memberikan layanan yang terbaik bagi pelanggan.
Persetujuan dari Menteri Kominfo ini tentunya merupakan suatu prestasi penting bagi XL untuk merampungkan transaksi akuisisi dan merger dengan AXIS. Selanjutnya, XL akan menyiapkan semua langkah-langkah dan persyaratan yang harus ditempuh sesuai aturan. Termasuk memperoleh persetujuan dari regulator terkait dan pemegang saham XL melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa. (*/udi)