Budget Hotel Targetkan Okupansi 100 Persen

MALANG – Hotel budget di Kota Malang turut memanfaatkan momen akhir tahun untuk mematok tinggi tingkat okupansI. Tarif kamar juga dipastikan meningkat seiring tingginya permintaan kamar hotel.
Salah satunya Hotel ibis Styles Malang yang menargetkan kamar hotelnya penuh di akhir tahun ini. “Seminggu terakhir di bulan ini kami menargetkan okupansi bisa mencapai 100 persen,” ujar Assistant Sales Manager ibis Styles Malang, Intan Alice.
Menurutnya, tingginya okupansi yang dicanangkan ini menyesuaikan momen. Apalagi, hotel-hotel lain sekalipun bukan hotel budget menargetkan okupansi di kisaran 90-100 persen. Pada masa tersebut, apalagi ketika mendekati tahun baru, kunjungan di Kota Malang akan semakin meningkat. Sedangkan pada November lalu, hotel yang merupakan jaringan dari Accor ini mencatat okupansi sebesar 70 persen.
 “Tentunya sekalipun hotel baru kami juga ingin menikmati momen akhir tahun untuk mendapatkan okupansi yang tinggi. Acuannya bulan lalu okupansi kami tergolong tinggi, padahal baru sebulan beroperasi,” bebernya kepada Malang Post.
Dia menambahkan, menyambut event Natal, hotel yang berada di kawasan Jalan Letjend S. Parman tersebut juga menaikkan tarif kamar. Efektif mulai 23 Desember hingga 30 Desember tarif kamarnya dimulai dari Rp 588 ribu, sudah termasuk breakfast untuk 2 orang. Paling mahal kamar executive suite mencapai Rp 2,9 juta. Sementara itu untuk reservasi pada 31 Desember harganya sudah melonjak. Untuk standard room, dipatok Rp 919 ribu.
Pada bulan ini Ibis Styles juga menyelenggarakan beberapa acara untuk menyambut Natal. Antara lain Christmas Brunch mulai pukul 10.00 WIB, sebuah jamuan makan setelah merayakan Natal dari gereja. Masih ditambah dengan bagi-bagi voucher berupa potongan harga.
Di tempat terpisah, Manager Hotel Amaris Malang, Zainudin mengungkapkan, Desember ini secara keseluruhan Amaris menargetkan okupansi hingga 90 persen. “Selama sebulan ini kami targetkan di angka 85-90 persen,” ujarnya.
Dia menyampaikan, selama tahun 2013 ini okupansi Amaris di kisaran 75 persen, sehingga target angka tersebut realistis untuk dicapai di bulan ini. Selain itu, sejak malam Natal, target okupansinya sudah pada angka 100 persen, hingga tanggal 1 Januari 2014. “Target memang harus tinggi, pengalaman tahun lalu ketika kami baru beroperasi tingkat huniannya sudah 90 persen. Sekarang sudah makin dikenal, jadi harus lebih tinggi lagi. Sekarang saja untuk tanggal 23 Desember ke atas sudah 40 persen terpesan,” pungkas dia. (ley/han)