IHSG Menancap di Zona Merah

MALANG – Trend negatif lantai bursa berlangsung hingga kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertancap di zona merah pada penutupan perdagangan kemarin (11/12) setelah melemah 3,93 poin atau 0.09 persen di posisi 4271,74.
Pelemahan terlihat pada 156 saham, sementara 94 saham terlihat tidak bergerak dari posisinya. Pada perdagangan kemarin, terjadi transaksi sebanyak 4,56 miliar slot senilai Rp 4,3 triliun.
Head of Marketing Reliance Malang, Venus Kusumawardana menjelaskan, pada awal perdagangan,  IHSG turun tipis 2,746 poin (0,06 persen) ke level 4.272,932. IHSG  bergerak datar karena minim katalis positif yang bisa jadi penggerak.
“Wall Street sukses memberikan sentiment negatif yang menyeret indeks ke zona merah,” terang Venus kepada Malang Post.
Saham-saham di sektor infrastruktur masih bertahan di zona hijau. Namun kebanyakan saham-saham lainnya terkena koreksi akibat aksi jual sehingga indeks sempat jatuh ke level terendahnya di 4.235,417. “Ada 94 saham yang mengalami kenaikan,” imbuhnya.
Pelemahan terbesar terlihat pada sektor aneka industri (-1,04 persen), kemudian pertambangan (-0,63 persen). Sementara itu sektor yang menguat adalah infrastruktur (0,95 persen) dan keuangan (0,32 persen).
Venus menambahkan,  Indeks Hang Seng Hong Kong melemah 1,71 persen menjadi 23.338,24. Sementara itu, indeks Nikkei juga melemah 0,62 persen di posisi 15.515,06. ” seluruh bursa di kawasan Asia Pasifik memerah, karena investor fokus pada isu tapering off oleh Federal Reserve,” imbuhnya.
Pada perdagangan kemarin (11/12), Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.250 ke Rp 41.400, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 550 ke Rp 61.750, Bank Mayapada (MAYA) naik Rp 250 ke Rp 1.700, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 200 ke Rp 19.400.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lion Metal (LION) turun Rp 600 ke Rp 12.400, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 350 ke Rp 28.600, Mayora (MYOR) turun Rp 300 ke Rp 26.800, dan Indocement (INTP) turun Rp 250 ke Rp 19.400.(fia)