Permintaan Parsel Boneka untuk Natal Meningkat

SIAP: Boneka-boneka yang dikemas dalam bentuk parcel disiapkan untuk menyambut Natal.

MALANG – Istana Boneka (Isbon) Malang kebanjiran permintaan parsel menjelang Natal tahun ini. Setidaknya, 30 paket per hari diperoleh untuk menyambut Natal dan perolehan tersebut meningkat ketimbang tahun lalu.
“Permintaan parsel jelang Natal tahun ini sudah tinggi. Biasanya semakin memuncak ketika Natal kurang sepekan, ya minggu-minggu ini,” ujar Supervisor Istana Boneka Malang, Lusia Irawati.
Menurut dia, selama dua pekan pertama Desember ini bila dirata-rata sudah mencapai 30 parsel per hari. Jumlah tersebut diperoleh dari tujuh store Isbon yang ada di Malang, namun paling dominan di Isbon Jalan Wilis, mencapai 50 persen.
“Customer paling gampang mengenal Isbon Wilis ini. Sedangkan di beberapa tempat lain cenderung merata,” bebernya kepada Malang Post.
Lusia, sapaan akrabnya menuturkan, jumlah permintaan parsel pada momen Natal ini tidak jauh berbeda dari tahun lalu. Kalaupun meningkat sekarang sudah dikisaran 10 persen. Hanya saja untuk minat customer dalam berburu lebih tinggi. Seperti adanya corporate yang hendak memberikan parsel kepada relasi bisnis.
“Bila corporate atau perusahaan yang memesan, jumlahnya langsung banyak, bisa mencapai 10-20 parsel. Tapi mereka cenderung hunting dulu dan kembali beberapa hari kemudian. Sudah banyak yang memesan pula dan diambil sekitar tanggal 17-23 Desember ini,” papar dia panjang lebar.
Perempuan ramah ini menambahkan, untuk momen Natal ini menargetkan pertumbuhan penjualan parsel 20 persen ketimbang tahun lalu di kisaran 25 parsel per hari. Jumlahnya lebih sedikit daripada momen lebaran yang bisa mencapai 50 parsel per hari.
Pada momen Natal ini dominasi parsel yang dipilih customer berupa rangkaian tempat lilin, serta beberapa parsel boneka. Untuk pilihan parsel top lebih sedikit, sebab permintaannya lebih banyak ketika jelang lebaran. Sementara untuk harga, pada momen tahun ini Isbon mematok harga mulai dari Rp 175 ribu sampai dengan Rp 750 ribu.
“Bisa bertambah sesuai dengan permintaan customer. Terkadang, ada yang memiliki budget di atas itu,” imbuh Lusia.
Lusia melanjutkan, tahun ini omzet Isbon Malang sudah bertumbuh 20 persen. Angka tersebut sesuai target pertumbuhan minimum tahun 2013 Isbon di angka 20-30 persen. Kemudian, Isbon yang storenya berada di seluruh Indonesia, untuk Kota Malang sudah menyumbangkan omzet di kisaran 40 persen.
Tingginya permintaan customer tersebut disambut Isbon dengan menyiapkan pabrik produksi baru di tahun depan. Bila selama ini kapasitas produksi sekitar 1000 pieces per hari, tahun depan dengan lokasi baru Isbon menargetkan produksi mencapai 2000 pieces per hari. (ley/fia)