Transaksi Gadai Akhir Tahun Cenderung Meningkat

MALANG – Efektivitas Unit Cabang Pembantu (UCP) Matos bagi PT Pegadaian (Persero) cukup tinggi. Pasalnya, omzet transaksi gadai emas di tempat yang merupakan cabang Pegadaian Malang Kotalama stabil di kisaran Rp 1,2 miliar.
“Tahun ini pencapaiannya masih stabil, mulai dari Rp 1 miliar sampai dengan Rp 1,4 miliar. Begitu pula November lalu,” ungkap Pemimpin Cabang Pegadaian Malang Kotalama, Rochmadi.

Menurutnya, November lalu sudah kembali meningkat di angka Rp 40 juta per hari. Bila ditotal, bulan lalu omzetnya Rp 1,24 miliar. Sebelumnya, sempat mengalami penurunan di kisaran Rp 1 miliar.
Rochmadi mengungkapkan, turunnya omzet pasca lebaran lalu memang menjadi hal yang lumrah. Hampir semua cabang mengalami penurunan omzet gadai di bulan Oktober, begitu pula omzet penjualan. Omzet gadainya mengalami penurunan sekitar 10 persen.
Lebih lanjut dia menjelaskan, omzet November lalu bisa menjadi acuan untuk mendapatkan angka lebih tinggi pada Desember ini. Pria ramah ini bahkan menargetkan angka maksimal, yakni Rp 1,4 miliar digapai jelang akhir tahun ini.
“Bila bulan lalu hasilnya bagus, semakin ke sini pasti lebih bagus lagi. Akhir tahun kebutuhan dana masyarakat meningkat, dan Pegadaian bisa menjadi solusinya,” bebernya kepada Malang Post.
Apalagi, keberadaan UCP Matos yang berada di pusat perbelanjaan memiliki kelebihan tersendiri. Menurut dia, ketika hendak berbelanja untuk keperluan akhir tahun, dan dana menipis, bisa menuju cabang Pegadaian di lantai 1 tersebut. Kemudian, Pegadaian tersebut juga tetap beroperasi di hari akhir pekan serta hari libur.
Sementara itu menurut Sales Pegadaian UCP Matos, Avia Ratnasari, Desember ini kecenderungan yang terjadi untuk gadai kembali meningkat. Dia menyebutkan, dua minggu pertama bulan ini omzetnya rata-rata mencapai Rp 45 juta per hari.
 “Rata-rata omzet perharinya kini sudah meningkat daripada bulan lalu. Hasil bulan lalu optimis terlampaui,” bebernya kepada Malang Post. (ley/fia)