Pergerakan Emas Masih Stagnan

MALANG – Harga emas, baik perhiasan maupun batangan dari Aneka Tambang (Antam) cukup stabil sejak awal pekan ini. Pasalnya, selama dua hari terakhir tidak ada pergeseran berarti untuk harga emas tersebut. Harga emas perhiasan masih tetap di posisi Rp 470 ribu per gram, sementara harga Antam di posisi Rp 530 ribu per gram.
“Harga emas perhiasan masih sama. Malahan selama dua pekan ini harganya bertahan di kisaran Rp 470 ribu hingga Rp 475 ribu. Cukup lama harganya stabil,” ungkap pedagang emas di Pasar Besar Malang (PBM), H. Hasan.
Lalu, harga emas 23 karat kini bandrolnya sebesar Rp 415 ribu per gram dan emas 22 karat seharga Rp 345 ribu per gram. Menurutnya, sekalipun harganya rendah, kondisi pasar masih sepi. Minat masyarakat untuk berinvestasi melalui emas perhiasan masih cenderung sama dengan bulan sebelumnya.
“Malah bisa lebih sepi ini, transaksi per hari saja menurun sekitar 20 persen. Efeknya, perhiasan jadi lebih banyak karena tidak ada peminat dan masyarakat cenderung menjual,” bebernya kepada Malang Post.
Keadaan ini menurut Hasan di luar perkiraan dan kebiasaan. Salah satu faktornya adalah akhir tahun. Sepertinya, dananya masih disiapkan untuk hal lain yang lebih penting, seperti menyambut tahun baru.
Kestabilan harga emas juga berlaku pada emas batangan. Setelah sempat naik Rp 3000 per gram untuk ukuran emas 1 gramnya, harga emas Antam kemarin masih tetap di posisi Rp 530 ribu per gram. Malahan, harganya masih terpantau dalam jangkauan selama sepekan terakhir.
“Harganya masih stabil selama sepekan ini setelah sempat goyang di awal bulan. Efek melemahnya Rupiah terhadap dollar AS sudah tidak berlaku bagi harga emas,” ujar Manager Penjualan PT Solusi Tunai Malang, Anjar Budi Kustanto.
Dia menuturkan, rencana bank sentral AS mengadakan pertemuan untuk membahas program pembelian obligasi berimbas pada stigma positif sehingga harganya cenderung stabil. “Pada saat seperti ini sebenarnya masyarakat berinvestasi bukan menahan diri. Apalagi, ketika Rupiah melemah, ada peluang harga emas akan naik,” pungkas Anjar. (ley/fia)