Harga Telur dan Daging Merangkak Naik

TATA: karyawan Hypermart Matos menata telur-telur ayam siap jual di area fresh product.

MALANG – Jelang hari Natal, harga beberapa bahan makanan untuk menunjang perayaan umat Kristiani tersebut di pasaran mulai merangkak naik. Misalnya harga telur ayam dan daging terpantau naik ketimbang hari sebelumnya, baik di pasar tradisonal maupun pasar modern.
Di Pasar Besar Malang (PBM) contohnya, harga jual telur ayam kini naik Rp 1000 per kilo. “Mulai hari ini harga telur ayam sudah menjadi Rp 15 ribu per kilo,” ujar salah satu pedagang PBM, Ibu Ida.
Menurutnya, kenaikan tersebut menyesuaikan harga yang dipatok oleh peternak telor. Faktor yang mempengaruhi yakni permintaan telur ayam yang semakin tinggi, sebab sudah mendekati hari Natal. “Kecenderungannya memang begitu, jelang Natal yang akan naik seperti telur dan daging ayam. Untuk harga bumbu memang naik tapi tidak terasa,” bebernya kepada Malang Post.
Dia menambahkan, semakin mendekati Natal, harga telur berpeluang untuk bergerak ke angka Rp 16 ribu sampai Rp 17 ribu per kilo. Ha ini dikarenakan, permintaan telur ayam, daging ayam, dan daging sapi cenderung meningkat baik di kalangan restoran, hotel, hingga konsumen rumahan.
 Sementara menurut Divisi Manager Hypermart Malang, Rajababuel Arief menuturkan, harga telur mengalami kenaikan sejak awal pekan ini. Bila biasanya di kisaran Rp 15 ribu per kilo, di Hypermart kini mematok harga Rp 16,25 ribu per kilo. “Efektif mulai Senin (16/12) lalu harganya sudah mengalami kenaikan,” tuturnya.
Selain itu, Hypermart juga menyediakan stok telur ayam dua kali lipat ketimbang biasanya menyesuaikan kebutuhan pelanggan. Menurut Arief, pengalaman di tahun sebelumnya membuat Hypermart menyiapkan stok lebih banyak. Sejalan dengan itu, penjualan juga meningkat meskipun harga mahal.
“Telur ini layaknya bahan pokok, keberadaannya tetap dicari meskipun mahal. Begitu pula bagi yang bersiap merayakan Natal,” papar dia.
Kemudian pada bagian daging ayam broiler, harganya juga tercatat mulai mengalami kenaikan serta permintaan masyarakat mulai meningkat. Abdul Kodir, pedagang ayam broiler di PBM menyebutkan, harganya kini menjadi Rp 26 ribu sampai Rp 27 ribu per kilo. Sebelumnya, harganya stabil di kisaran Rp 24 ribu.
“Naiknya cuma sedikit hanya Rp 1000 sampai Rp 2000 ribu saja. Padahal, sudah mendekati hari Natal. Tapi kemungkinan tanggal 20 nanti naik lagi,” terangnya.
Dia menjelaskan, di tahun sebelumnya dia menyiapkan stok daging ayam broiler mencapai 100 kilogram per hari di periode sepekan jelang hari Natal. Untuk tahun ini, karena kondisinya lebih sepi Kodir belum berani menambah lebih banyak. Hanya meningkat 50 persen saja dari stok normal yakni 35 kilo per hari.
“Sekarang bawa di kisaran 50 kilo per hari. Paling banyak 70 kilo. Padahal, bila menjelang lebaran sehari bisa mencapai 150 kilo per hari,” tukasnya. (ley/fia)