Stok BBM Natal dan Tahun Baru, Aman!

NAIK: Perjalanan liburan di akhir tahun membuat kebutuhan BBM diprediksi akan membengkak.

MALANG – Pertamina sudah bersiap menghadapi tingginya kebutuhan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) menjelang akhir tahun ini. Bila konsumsi normal premium rata-rata sebesar 1100 kilo liter per hari, diprediksi akan meningkat 15 persen hingga seminggu sesudah tahun baru mendatang.
“Kebutuhan BBM untuk jenis premium berpotensi meningkat. Antara 10-15 persen, menjadi 1300 kiloliter per hari. Kan orang sedang liburan bersama keluarga, begitu pula banyak wisatawan berlibur ke Malang,” ujar Sales Representative Pertamina Region 7, Tito Rivanto.
Dia menyebutkan, mulai tanggal 22 Desember atau akhir pekan ini kebutuhan tersebut diperkirakan mulai meningkat. Pasalnya, persiapan Natal membuat traffic kendaraan juga naik yangt berimbas pada tingginya kebutuhan BBM dan akan berlanjut hingga setelah tahun baru.
Menurut Tito, paling tidak selama dua pekan kebutuhan tersebut akan meningkat. Sementara untuk kebutuhan pertamax sendiri juga diperkirakan meningkat di kisaran yang sama. “Tapi maksimal 10 persen saja. Saat ini rata-rata 100 kiloliter per hari, jelang Natal dan Tahun Baru persiapan kami bertambah dua kali lipat,” bebernya kepada Malang Post.
Pada bagian solar, kecenderungan meningkat malah kecil, sebab sebagian malah menggunakan kendaraan pribadi. Saat ini, rata-rata konsumsi solar mencapai 400 kiloliter per hari.
Masih menurut dia, peningkatan stok dan konsumsi jelang Natal dan Tahun Baru ini lebih sedikit ketimbang persiapan lebaran. Sebab menurutnya, bisa meningkat mencapai 25 persen hingga mencapai 1600 kiloliter per hari untuk premium. “Masih lebih sedikit untuk persediaan Natal dan Tahun Baru. Tapi yang jelas, stok untuk pergantian tahun masih aman,” imbuh dia.
Sementara itu, reportase konsumsi BBM bersubsidi di tahun 2013 ini telah menembus angka 28 juta kiloliter lebih. Jumlah tersebut terdiri dari 20 juta kiloliter premium, 9 juta kiloliter solar dan 1 juta kiloliter minyak tanah. Rata-rata konsumsi menembus 2,5 juta kiloliter per bulan, dan angka tersebut kurang lebih sama dengan tahun lalu. Hanya saja tahun lalu peningkatan terjadi di saat genting seperti jelang lebaran dan tahun baru,
Secara keseluruhan, Tito menyebutkan masih ada kuota BBM bersubsidi sebanyak 1 juta kiloliter lebih untuk menyongsong 2 pekan terakhir tahun ini, dan masih dalam taraf aman. Jadi, dia berharap masyarakat tidak perlu kuatir.
“Tahun ini kuota BBM bersubsidi sama dengan tahun lalu. Hanya saja bila tahun lalu jebol atau memerlukan tambahan, sekarang masih lebih terjaga konsumsinya. Salah satu faktornya ada peningkatan konsumsi BBM non subsidi, walaupun masih 10 persen saja,” terang dia panjang lebar. (ley/fia)