Terbiasa Ceplas Ceplos

MALANG – Sales Manager Swiss-Belinn Malang, Sety Damayanti merupakan pendatang di Kota Malang ini. Namun demikian, dia menargetkan untuk bisa cepat beradaptasi dengan kondisi jauh berbeda di tempat baru ini.
“Saya baru 4 bulanan berada di Kota Malang ini. Sebelumnya saya tinggal di Makassar, di tempat kelahiran, dan sifat saya masih khas orang Makassar,” ujarnya.
Ceplas-ceplos dan apa adanya, itulah yang menjadi ciri khasnya. Bila dia merasa tidak suka atau kurang nyaman, secara terbuka langsung menyampaikan. Sebaliknya, dia tidak segan untuk bersahabat akrab bila ternyata lawan bicara atau sekelilingnya ternyata nyaman menurut Sety.
“Kebanyakan orang Makassar seperti saya ini. Apa adanya, walaupun terkadang menyakiti orang lain juga. Kini, saya harus beradaptasi dengan budaya Jawa yang cenderung berbeda. Kadang masih harus memperhatikan perasaan orang lain untuk bertindak,” beber dia kepada Malang Post.
Meskipun begitu dia mengaku nyaman dengan Kota Malang ini. Banyak hal yang membuat dia merasa betah, selain pekerjaan yang sesuai hobi, orang di sekelilingnya memang menyenangkan. Apalagi kulinernya, menurut dia sangat beraneka ragam. Begitu pula persaingan bisnis, cenderung lebih aman dan sehat.
Menurutnya, keberadaannya saat ini untuk karier di dunia perhotelan. Dibesarkan dari hotel Swiss-Belinn Makassar, Sety akhirnya kembali berjodoh dengan hotel berjaringan internasional tersebut.  “Awalnya, datang ke Malang ini saya di property lain. Tapi sepertinya hati ini masih tertambat untuk Swiss-Belinn. Begitu ada di Malang, ada tawaran ya saya terima,” urainya.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, ingin menikmati tempat barunya dalam bekerja serta memberi yang terbaik bagi hotelnya. Sebab, dengan dukungan sekitar dia meyakini bisa menggapai puncak kariernya. (ley/fia)