Sriwijaya Tambah Extra Flight, Garuda Fully Booked

EMPAT KALI: Mulai 20 Desember hingga 5 januari 2014, Sriwijaya terbang empat kali dari Malang.

MALANG – Tingginya animo penerbangan Malang – Jakarta terbukti masih tinggi, terutama di akhir tahun. Hal ini bisa dilihat dari load factor (tingkat isian) penerbangan di Malang yang tetap terjaga di atas 90 persen kendati ada penambahan slot time.
District Manager Sriwijaya Air Malang, Muhammad Yusri Hansyah menjelaskan, sejak 20 Desember lalu, Sriwijaya telah memberlakukan extra flight rute Malang – Jakarta pada pukul 13.20 WIB setiap hari.
“Momen penambahan ini bagus. Load factor extra flight saat ini 95 persen. Di jam reguler sudah 100 persen. Kalau dirata-rata mulai saat ini hingga 5 Januari mendatang. Load factor mencapai 98 persen,” jelas Yusri kepada Malang Post.
Extra flight Malang – Jakarta tersebut merupakan yang pertama sejak Sriwijaya beroperasi di Malang. Tingginya permintaan yang terlihat dari stabilnya angka load factor di atas 90 pesen menjadi salah satu pertimbangan penambahan jam terbang.
“Kursi selalu terisi penuh. Karena itulah, diperlukan adanya extra flight. Saat ini harganya di kisaran Rp 900 ribu," imbuhnya.
Keberadaan extra flight tersebut membuat Sriwijaya saat ini setiap hari memberangkatkan penumpang dari Malang ke Jakarta sebanyak empat kali, yaitu pada pukul 08.30 WIB, 12.40 WIB, 13.20 WIB, dan 14.50 WIB.
Bersamaan dengan pengajuan extra flight tersebut, saat ini Sriwijaya Air juga tengah mengajukan penambahan slot penerbangan untuk rute Malang – Balikpapan. Yusri mengungkapkan, rute tersebut cukup prospektif mengingat sekitar 20 persen penerbangan Surabaya – Balikpapan dari bandara Juanda merupakan penumpang dari Malang.
“Trafik penumpang ke Balikpapan cukup bagus. Banyak pekerja dari Malang yang ke Balikpapan. Sebaliknya, banyak mahasiswa-mahasiswa dari sana yang kuliah di Malang,” terang dia.
Dikonfirmasi di tempat terpisah, Sales Manager Garuda Indonesia, Dina Karyawati Wahyuni mengatakan, pada akhir tahun ini, load factor Garuda Indonesia tidak mengalami pertumbuhan, masih di kisaran 90 hingga 95 persen. Namun, kondisi tersebut bukan karena penumpang Garuda menurun.
“Justru secara volume penumpang naik, namun karena pesawat kita lebih besar dari yang sebelumnya, maka load factor tak berubah,” rinci dia.
Dina menuturkan, di periode liburan akhir tahun kali ini, isian pesawat Boeing 707-800 NG sudah mencapai 100 persen hingga 2 Januari mendatang. Hanya di 26 dan 27 Desember saja yang masih ada seat tersisa.
“Isian sangat bagus. Kebanyakan memang penumpang wisatawan yang datang ke Malang untuk berlibur,” pungkas dia. (fia)