Akhir Tahun, Muncul Guest House Baru

MALANG – Detik-detik terakhir tahun 2013 ini masih muncul lagi satu bisnis penginapan di Kota Malang. Lily Guest House resmi beroperasi mulai 29 Desember 2013, memanfaatkan momen high season saat liburan akhir tahun.
“Grand Opening memang bertepatan dengan masa liburan, yakni 28 Desember. Hari ini kami langsung menerima tamu,” tutur Manajer Lily Guest House, Rindy Rosadhi.
Menurutnya, keunggulan ketika memulai bisnis pada masa liburan paling utama mudah dikenali oleh tamu. Apalagi, ketika hotel-hotel sudah mulai full menerima tamu yang berlibur di Kota Malang, maka guest house menjadi salah satu solusinya.
“Mungkin guest house lain juga sudah mulai penuh, jadi bila ada penginapan baru di tengah kota kan bisa menjadi pilihan,” bebernya kepada Malang Post.
Dia melanjutkan, guest house yang berada di Pertokoan Pasar Besar Square ini dibangun diantara ruko-ruko. Berdiri 3 lantai, sebanyak 21 kamar menjadi pilihan calon tamu. Untuk saat ini, perempuan yang kerap disapa Ocha ini memaparkan, pilihan room terdiri dari 3, yakni twin sharring, king size dan triple bed.
“Memang Lily mengambil nama sesuai dengan model tempat tidurnya. Konsepnya secara keseluruhan memang seperti budget hotel, cocok untuk tamu yang hanya membutuhkan tempat menginap saja, dengan ruangan yang minimalis. Tidak ada ruang lain selain lobi dan kamar. Fasilitas hanya kamar mandi dalam, LED TV dan AC.” papar dia panjang lebar.
Room ratenya untuk saat ini masih dalam tahap promosi, sehingga tamu akan menemukan harga mulai dari Rp 150 ribu untuk pilihan twin sharing room. Untuk dua tipe room yang lain dipatok Rp 200 ribu. Harga tersebut akan berlaku selama sebulan ke depan.
Ocha menegaskan, grand opening yang bertepatan dengan akhir tahun ini membuat target okupansi selama sebulan pertama di angka 80 persen. Angka tersebut optimis dicapai karena faktor high season. Malahan, selama seminggu pertama ini Lily Gouest House memasang tarhet okupansi sebesar 100 persen.
“Mulai tanggal 30 Desember 2013 sampai dengan 5 Januari 2014 harus penuh. Pada saat itu sedang tinggi wisatawan ke Kota Malang untuk liburan tahun baru,” tegasnya.
Meskipun Ocha tidak menyebutkan berapa jumlah investasi untuk guest house yang terdiri dari 21 kamar tersebut, dia menargetkan memperoleh break event point (BEP) dalam tempo maksimal 2 tahun.
“Jumlahnya wewenang owner, hanya saja untuk target BEP secara tim menargetkan tidak sampai 2 tahun,” pungkasnya. (ley/fia)