Lusa, Askes Menjelma Jadi BPJS Kesehatan

MALANG – Transformasi PT Askes menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan resmi dilakukan 1 Januari 2014 mendatang. Peralihan tersebut telah disiapkan dengan sedemikian rupa, termasuk tambahan jumlah peserta yang naik 4 kali lipat mulai tahun 2014.
“Tahun ini peserta Askes masih 315.177 jiwa saja. Per 1 Januari 2014 nanti ketika sudah berganti menjadi BPJS Kesehatan, kepesertaannya sebanyak 1.224.333 jiwa. Itu data terakhir minggu ketiga Desember ini,” ujar Pemimpin Askes Cabang Malang, Bimantoro.
Sebanyak 1,2 juta lebih peserta tersebut berasal dari Malang Raya. Paling banyak jumlah pesertanya dari wilayah Kabupaten Malang yang mencapai 878.981 jiwa. Untuk Kota Malang jumlahnya mencapai 175.953 jiwa dan Kota Batu di angka 53.738 jiwa.
Penambahan jumlah peserta tersebut berasal dari Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) Jamsostek, dan TNI/Polri aktif yang sebelumnya jaminan kesehatannya melalui Asabri.
“Paling banyak memang peralihan peserta dari Jamkesmas yang dulu dikelola oleh Kementerian Kesehatan di kisaran 854 ribu jiwa,” bebernya kepada Malang Post.
Lebih lanjut pria yang kerap disapa Bimo ini menuturkan, siap atau tidak BPJS Kesehatan efektif berjalan dalam dua hari ke depan. Sehingga sekalipun data kepesertaan masih terus berubah, Askes siap untuk memasuki ranah baru dalam menyelenggarakan jaminan bagi masyarakat dan untuk semua golongan.
Menurut dia, BPJS Kesehatan ini menjadi asuransi atau jaminan berupa perlindungan kesehatan. Persyaratan untuk menjadi penerima BPJS Kesehatan relatif mudah karena jangkauan biaya yang mesti disiapkan pun ringan. Mulai Rp 60 ribu per bulan untuk memperoleh jaminan kelas 1.
Selain itu dia menekankan, ada tahapan untuk menggunakan fasilitas dari BPJS Kesehatan ini. Tergantung dari sakit atau keluhan peserta. “Peserta tidak bisa langsung menuju rumah sakit. Ada konsep gatekeeper yang digunakan, yakni melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama non Rumah Sakit. Baru bila klinik atau dokter merujuk penyakitnya memerlukan penanganan lebih lanjut bisa menuju RSU terdekat,” papar dia panjang lebar.
Di wilayah Malang Raya ini terdapat 59 rumah sakit dan klinik yang melayani pasien BPJS Kesehatan, serta seluruh Puskesmas yang tersebar di Malang Raya. Rumah sakit yang akan melayani peserta BPJS Kesehatan di Malang Raya antara lain Rumah Sakit Paru Batu, RSJ Lawang, RS. Astabrata Polri, Rumah Sakit Baptis, Marsudi Waluyo, Rumah Sakit Tentara Supraoen, RSAU Abd. Saleh dan Wava Husada.
“Masih ditambah Puskesmas di setiap wilayah yang kini juga telah melayani peserta Askes maupun Jamkesmas,” urai Bimo.
Termasuk pula diantaranya klinik atau rumah sakit yang selama ini sudah bekerjasama dengan Jamsostek untuk pelayanan peserta JPK. Sedangkan untuk fasilitas tenaga medis dia sudah menjamin wilayah Malang Raya sudah siap untuk menerima pasien dari peserta BPJS Kesehatan. Menurutnya, secara ideal 1 dokter melayani 2500 pasien per bulannya.
“Kalau teknis pelayanan medisnya kan bukan hanya Askes yang bertanggung jawab, namun sejauh ini memang sudah siap menyambut lonjakan peserta di tahun yang baru nanti,” tukasnya.
Sebagai bukti kesiapan menyambut BPJS Kesehatan ini, Askes beroperasi 24 jam hingga malam tahun baru nanti untuk menerima layanan keluhan serta pertanyaan bagi yang belum memahami tugas Askes ke depannya. (ley/fia)