Tahun Depan Targetkan Realisasi Serap Kedelai Petani Lokal

MALANG – Program pemerintah untuk Perum Bulog membantu stabilitas harga kedelai tampaknya masih belum bisa dilaksanakan untuk wilayah Malang. Pasalnya, Bulog masih belum berhasil mendapatkan lokasi untuk menyerap kedelai dari petani lokal, dan tahun 2014 hal tersebut menjadi target besar dari Bulog.
“Program dari pemerintah agar Bulog menyerap kedelai dari petani lokal belum bisa dilaksanakan untuk Bulog Malang. Sebab susah juga ternyata mencari keberadaan petani kedelai,” ujar Wakil Kepala Perum Bulog Sub Divre VII Malang, Gatot Hadiantoro
Menurutnya, di beberapa wilayah lain Bulog sudah mulai menjalankan program tersebut medio November lalu. Di Malang ini, targetnya juga hampir sama. Namun realitasnya justru sebaliknya, hingga akhir tahun ini belum ada pasokan kedelai dari Bulog Sub Divre VII Malang.
Untuk wilayah Bulog Sub Divre VII Malang sendiri targetnya di kisaran 2000 ton. Wilayah potensial untuk mendapatkan komoditas tersebut berada di Kabupaten Malang serta Pasuruan. Hanya saja, petani kedelai tidak melepas panenannya karena penawaran harga yang relatif lebih rendah.
“Selain jumlah panenan dari beberapa wilayah yang kami survey memang cenderung menurun di tahun ini, petani enggan melepas kedelainya dengan harga di bawah Rp 8.000. Nah, Harga Pokok Pembelian (HPP) ketetapan pemerintah Rp 7000,” paparnya kepada Malang Post.
Masih menurut dia, kegagalan menjalankan misi ini menjadi target untuk realisasi tahun 2014. Sebab, serapan kedelai lokal ini diharap membantu masyarakat ketika kedelai mulai menghilang di pasaran atau begitu harga kedelai impor melonjak. Hal tersebut untuk mengantisipasi teriakan dari pengrajin tahu atau tempe yang membutuhkan komoditas tersebut.
Salah satu caranya, memberikan sosialisasi melalui kelompok tani beberapa petani yang tahun ini gagal didekati. Selain itu, untuk area potensial, melalui kelompok tani tersebut diarahkan untuk memaksimalkan penanaman kedelai. “Istilahnya melalui pembinaan, sehingga petani tidak memilih menjual kepada tengkulak karena juga diuntungkan meskipun dibeli oleh Bulog dengan harga lebih rendah,” tegas dia.
Menurutnya, tahun ini secara nasional memang panen kedelai lokal menurun 3,5 persen dari 840 ribu ton menjadi 810 ribu ton. Sementara untuk area Jatim saat ini jumlah produksi kedelai yang ada mencapai 400 ribu ton, dan tersebar di wilayah seperti Banyuwangi, Bondowoso, Blitar, Pasuruan, Madiun, Kabupaten Malang dan Jember. (ley/fia)