Tahun Pertama OJK, Fokus Konsolidasi dengan BI

MALANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi melakukan tugasnya per 1 Januari 2014. Di tahun pertama, pengawas industri keuangan tersebut akan banyak melakukan konsolidasi internal  dengan Bank Indonesia (BI) disamping pemeriksaan tahunan lembaga perbankan di wilayah kerja BI Malang.
Pejabat Pelaksana Harian OJK Malang, Warsimin saat ditemui Malang Post usai Serah Terima Fungsi Pengaturan dan Pengawasan Bank dari Bank Indonesia kepada Otoritas Jasa Keuangan yang digelar di halaman kantor perwakilan BI Malang pada Selasa, (31/12/13) lalu mengatakan konsolidasi tersebut juga seiring dengan pembangunan infrastruktur.
“Untuk pengembangan infrastruktur kita mengikuti peraturan dari pusat. Sementara masih bergabung di kantor Bank Indonesia,” terang Warsimin.
Selain melakukan konsolidasi dan pembenahan infrastruktur, OJK Malang juga akan mengajukan penambahan tenaga. Saat ini, ada 15 tenaga pengawas yang mengawasi 88 Bank perkreditan rakyat (BPR) dan 32 Bank Umum (BU). Idealnya, untuk jumlah tersebut, tenaga pengawas yang dibutuhkan mencapai 25 orang.
“Kita mengajukan tambahan tenaga pengawas sebanyak 10 orang dan supporting unit sebanyak tujuh orang. Saat ini, supporting unit masih meminjam tenaga dari BI,” imbuh dia.
Ia menambahkan, untuk saat ini, lembaga perbankan yang menjadi perhatian cukup serius adalah BPR. Berdasarkan catatan kinerja 2013, 88 BPR memiliki Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet melebihi ambang batas 5 persen yang ditetapkan BI.
“NPL BPR yang berada di wilayah kerja Bank Indonesia Malang sekitar 7,29 persen,” ungkap Warsimin.
Untuk membenahi BPR, Warsimin mengatakan, OJK akan membuat beberapa langkah, salah satunya adalah mewajibkan BPR membentuk sistem pengendalian internal. Selama ini, sistem internal BPR sering kali tidak jelas. Indikasinya adalah ada beberapa pejabat yang merangkap jabatan.
Terpisah, Kepala Perwakilan bank Indonesia Malang, Dudi Herawadi mengatakan, beralihnya tugas pengawasan perbankan ke OJK diakuinya sangat meringankan tugas BI. Setidaknya beban tugas BI berkurang sebesar 75 persen.
“Intensitas pekerjaan memang berkurang, sehingga kami nantinya lebih fokus pada tugas-tugas menangani sistem pembayaran dan menjaga stabilitas moneter,” kata Dudi usai acara.
Sementara itu, acara serah terima Fungsi Pengaturan Pengawasan Bank dari BI kepada OJK di kantor perwakilan BI Malang kemarin juga dimeriahkan dengan seremonial parade para tenaga OJK dari Kantor BI jalan Merdeka Utara ke kantor BI yang berada di jalan Kawi dengan mengendarai becak. Malam harinya, digelar pertunjukan wayang di halaman kantor BI untuk menyosialisasikan kebanksentralan, moneter, dan OJK kepada masyarakat.(fia)