8 Bank Tak Sanggup Salurkan FLPP

MALANG POST  -Dari 26 bank yang menandatangani Perjanjian Kerjasama Operasi (PKO) untuk menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2013, ada 8 bank yang tidak sanggup merealisasikannya.
Deputi Pembiayaan Perumahan Kementerian Perumahan Sri Hartoyo mengatakan sanksinya, 8 bank pelaksana tersebut tidak diikutsertakan dalam program FLPP di tahun 2014.
"8 bank pelaksana sama sekali tidak menyalurkan FLPP. Penandatanganan PKO kali ini 18 bank. 8 bank yang tidak merealisasikan FLPP tahun 2013, tidak dilakukan perpanjangan PKO," kata Sri di sela acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO) 2014 antara Pusat Pembiayaan Perumahan Kementerian Perumahan Rakyat dengan Bank Pelaksana tentang Penyaluran Dana FLPP di kantor Kemenpera.
Sri mengatakan, kendala yang dihadapi oleh bank-bank tersebut didominasi karena bank tersebut tidak fokus dalam menjalankan program pemerintah ini karena sebelumnya, mereka belum memiliki pengalaman.
"Memang dia nggak fokus di situ, dia mau coba-coba. Tapi kita dorong seluruh bank BPD itu berpartisipasi," katanya.
Hal senada dikatakan oleh Direktur Utama Pusat Pembiayaan Perumahan Budi Hartono mengatakan, bank- bank tersebut tidak memiliki rencana jangka panjang untuk menyalurkan kredit FLPP.
"Rencana kerjanya dana jangka panjangnya. Yang kedua ini core bisnisnya nggak ke situ. Maka dia nggak konsentrasi di bisnis itu," katanya.
Adapun bank-bank tersebut ialah Bank NTB, Bank DI Yogyakarta Konvensional, Bank DI Yogyakarta Syariah, Bank Jawa Tengah Syariah, Bank Jawa Timur Syariah, Bank Nagari, Bank Sulawesi Selatan, dan Bank Kalimantan Selatan.
"Tidak diikutkan dalam program ini. Tapi apabila mereka punya program kalau bisa diikutkan ya kita ikutkan," kata Budi.(dtc/fia)