Hari Pertama Fraksi Baru, Indeks Melemah

MALANG – Fraksi harga saham dan satuan perdagangan telah mulai berubah, efektif pada perdagangan Senin (6/1) kemarin. Perubahan yang dilakukan Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut langsung berimbas pada menyurutnya volume perdagangan, serta anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG) sebesar 1,29 persen.
Awal perdagangan, indeks memang dibuka dengan positif karena sempat naik 0,05 persen. Namun, penguatan itu tidak berlangsung lama, karena terus menunjukkan pelemahan setelahnya. “Ketakutan sekuritas mengenai lesunya perdagangan di awal fraksi baru ini terbukti. Perdagangan sesi satu sudah menunjukkan pelemahan sebesar 38 poin,” ujar Sales Equity SucorInvest Cabang Malang, Agus Priyono.
Indeks melemah pada pertengahan perdagangan, ketimbang penutupan di akhir pekan Jumat (3/1) sebelumnya. Dari level 4257 poin menuju 4219 poin, atau melemah sebesar 0,91 persen. Selain itu sebagai bukti lesunya perdagangan, besarnya transaksi selama setengah hari baru mencapai Rp 1,3 triliun. Padahal secara umum, menurut Agus, bisa mencapai minimal Rp 2 triliun sebelum tutup perdagangan sesi 1. Bahkan saat kondisi ramai bisa mencapai Rp 4 triliun.
Sepanjang hari kemarin (6/1), indeks bergerak pada kisaran 4.188 hingga 4.263. Secara total, dari 484 saham yang diperdagangkan, sebanyak 64 saham menguat, 191 saham stagnan, dan melemah menembus 229 emiten. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup anjlok 1,29 persen ke level 4.202.
“Sebuah awal yang kurang bagus dari peristiwa pemberlakuan fraksi dan lot yang baru. Saham-saham penekan umumnya dari perbankan seperti BCA dan Mandiri,” terangnya kepada Malang Post.
Sementara itu, Manager Bisnis Platon Niaga Berjangka, Priyatmoko Utomo mengakui, tidak kaget dengan peristiwa ini. Setidaknya, selama sepekan awal pasar masih sepi, sebab masih banyak yang mengamati pasar saham terbaru.
“Apakah pengaruhnya menguntungkan atau tidak, masih menunggu hal itu. Terutama bagi para trader,” jelas dia.
Hal itu lazim karena para pelaku pasar, khususnya pedagang harian, harus mengalkulasi lebih dulu langkah dagang mereka agar tetap mendapat untung. Daily trader yang kerap meramaikan perdagangan juga masih menahan diri.
Efektif mulai Senin (6/1) kemarin, BEI memberlakukan 1 lot setara 100 lembar saham dari sebelumnya 1 lot sama dengan 500 saham. Perubahan tersebut termasuk perubahan fraksi dan kelompok harga (tick price) yang disederhanakan dari lima kelompok menjadi tiga. (ley/fia)