Ganti Status, Kejar 100 Ribu Peserta

SERTIJAB: Suasana sertijab dari Kepala cabang PT Jamsostek Malang, Supriyanto kepada Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang, Betti Sri Subekti.

MALANG – PT Jamsostek yang pada 1 Januari 2014 lalu resmi beralih nama menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan pada tahun  ini menargetkan penambahan kepesertaan lebih dari 100 ribu tenaga kerja.
Meningkatnya target kepesertaan lebih dari 3 kali lipat tersebut berdasarkan akumulasi target 2013 dan 2014. “Tahun lalu Cabang Malang hanya berhasil menambah kepesertaan 48 persen dari target. Jadi sisa target harus dicapai di tahun ini, masih ditambah pula dengan target tahun ini. Bisa dibilang dobel target” terang Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang, Betti Sri Subekti.
Menurut dia, periode 2013 lalu target penambahan kepesertaan sebesar 66 ribu tenaga kerja. Sementara realisasinya hanya 31 ribu, maka hutang targetnya sebesar 35 ribu tenaga kerja coba dikejar di tahun ini. Masih ditambah dengan kenaikan 20 persen dari target di tahun lalu, yang mencapai 72 ribu kepesertaan.
“Secara pasti untuk total target memang belum dirilis, karena kami menunggu Rencana Kerja Anggaran (RKA) yang kemungkinan turun di pertengahan bulan ini. Paling lambat di akhir bulan. Yang pasti, untuk target pertumbuhan memang berkisar 20-30 persen,” paparnya kepada Malang Post.
Secara total, jumlah kepesertaan tenaga kerja saat ini sebanyak 138 ribu peserta. Sementara itu di awal tahun 2012 jumlahnya masih sebesar 107.035 peserta. Jumlah tersebut terdiri dari dua klasifikasi, yakni peserta aktif dan non aktif. Yang aktif saat ini sebesar 115.611 peserta, sisanya non aktif.
Sementara itu, untuk jumlah perusahaan peserta BPJS Ketenagakerjaan saat ini sebanyak 2029 perusahaan. Jumlah tersebut meningkat 152 perusahaan, dari total di awal tahun, 1877 perusahaan. Untuk target tahun lalu sendiri, Betti mengakui baru tercapai 50 persen. “Targetnya kan jumlah kepesertaan bertambah 305 perusahaan,” terang dia.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jatim-Bali-Nusra, I Gusti Ngurah Suartika menyebutkan, tahun 2013 total di wilayahnya bertumbuh 484.645 peserta. Saat ini, jumlah tenaga kerja aktif yang menjadi peserta sebanyak 1,524 juta. “Pertumbuhannya untuk area Jatim, Bali dan Nusra sebesar 8,10 persen,” terang dia.
Walaupun demikian pertumbuhan kepesertaan masih belum sesuai target sebesar 15 persen, karena targetnya bertambah 850 ribu peserta. Senada dengan Betti, untuk tahun ini dia mengakui belum tahu secara pasti total target pertumbuhan.
“Normalnya saja, pertumbuhan antara 15 sampai 20 persen,” imbuhnya.
Untuk menghadapi 2014 ini, pria ramah ini merencanakan sosialisasi lebih masif demi mencapai target besar. Kemudian merubah stigma di kalangan tenaga kerja, bahwa jaminan ketenagakerjaan ini bukan suatu kewajiban, namun merupakan kebutuhan. Strategi khususnya, dengan menjalin kerjasama lebih besar dengan perusahaan di banyak sektor, misalnya saja perbankan.
Sementara itu pada Minggu (5/1) malam, digelar prosesi Pisah Sambut Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan, dan berlangsung di Hall Swarna Paksi Hotel Kartika Graha. Kepala Cabang yang lama, Supriyanto menyerahkan tampuk kepemimpinan di Malang kepada Betti Sri Subekti yang sebelumnya bertugas di Blitar. Sedangkan Supriyanto sendiri kini berpindah tugas ke Banten. (ley/fia)