Penumpang Pesawat Kembali Normal

MALANG– Memasuki minggu kedua tahun 2014 ini, maskapai penerbangan di Malang sudah mulai mengalami penurunan jumlah penumpang. Bila selama masa liburan akhir tahun load factor harian di kisaran 97 persen sampai 100 persen, maka pekan ini berangsur normal. District Manager Citilink Jawa Timur, Mochammad Wajid mengakui sejak tanggal 6 Januari lalu, isian pesawat sudah mulai berkurang. “High season sudah berakhir, maka sudah sewajarnya penumpang juga berkurang. Setiap penerbangan rata-rata terisi 85 persen,” ujarnya.
Sedangkan selama dua pekan sebelumnya, antara 22 Desember hingga 5 Januari, Citilink mencatatkan angka maksimal karena load factornya mencapai 98 persen. Baik untuk penerbangan dari Malang ke Jakarta maupun sebaliknya. “Faktornya memang liburan, baik penumpang tujuan Malang maupun sebaliknya bisa dibilang penuh,” terangnya kepada Malang Post. Kini, setelah berakhirnya masa liburan, target Citilink di kisaran 85-90 persen.
Angka tersebut menjadi target realistis selama setahun kedepan, ketika tidak musim liburan.  Sejak membuka penerbangan rute Malang-Jakarta, Citilink memang selalu mencatatkan load factor yang tinggi, dan selama 2013 lalu load factornya mencapai 91 persen. Raihan tersebut cukup menggembirakan, sebab target awalnya sebesar 85 persen saja. Salah satu alasannya, selain masih baru jadwal penerbangan untuk saat ini masih kurang bagus.
“Jadwalnya kan masih pukul 14.05, bukan jam favorit bagi penumpang. Untuk itu tahun ini coba mengajukan pergeseran jadwal menjadi lebih awal,” jelas Wajid. Secara terpisah, District Manager Sriwijaya Air Malang, Muhammad Yusri Hansyah juga menyebutkan sudah mengalami penurunan load factor. “Raihan maksimal sudah terjadi selama masa liburan akhir tahun kemarin, hingga sepekan di tahun baru. Setelah itu, jumlahnya juga berangsur normal,” terangnya.
Bahkan sebelumnya, Sriwijaya Air menambah flight untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di musim liburan. Terbukti, hasilnya selalu penuh atau mencatatkan load factor sebesar 100 persen dengan 4 penerbangan per hari. Menurut Yusri, begitu liburan berakhir, di awal pekan ini jumlah penumpangnya sudah menurun. Namun tidak begitu banyak, antara 5-10 persen saja. “Rata-rata masih di kisaran 95 persen. Tetapi masih cukup baik, karena ” imbuh dia.
Lebih lanjut dia menyampaikan, secara total selama tahun 2013 lalu load factor Sriwijaya Air menembus angka 97 persen. Pada 2014, Sriwijaya menargetkan angka 98 persen, sekalipun akan menambah flight Malang-Jakarta dan juga Malang-Balikpapan. “Flight Malang-Jakarta coba kami patenkan 4 kali dalam sehari, serta Malang-Balikpapan sudah dalam proses. Targetnya, bulan depan atau Maret sudah mulai beroperasi,” papar dia panjang lebar. (ley/mar)