Dealer Mobil Adu Strategi Penjualan

MALANG – Awal tahun menjadi momen bagi pabrikan mobil untuk menaikkan harga jual kepada customer. Bahkan, efektif di minggu pertama Januari ini kenaikan sudah terjadi rata-rata mulai dari Rp 2 juta per unit. Daihatsu menjadi salah satu yang paling awal menaikkan harga unitnya. Seperti diungkapkan oleh Manager Authorized Dealer Daihatsu Jolo Abadi, AA Gede Wisnu Putra, per 1 Januari harganya sudah berubah.  “Awal tahun harga baru. Kenaikan per unit untuk Daihatsu bervariasi, mulai dari Rp 4 juta,” ungkapnya.
Menurut dia, kenaikan paling sedikit pada tipe Xenia antara Rp 4 juta sampai dengan Rp 7 juta. Sedangkan kenaikan harga paling besar pada tipe Terios mulai dari Rp 7 juta. Naiknya harga ini dipengaruhi oleh tidak menentunya kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika.  Sehingga setelah Daihatsu bertahan untuk tidak menaikkan harga medio November 2013 lalu, maka tahun ini terpaksa dilakukan. Kenaikan harga ini membuat Wisnu ketar-ketir, karena selama ini tipe Xenia tersebut menjadi andalan Daihatsu untuk menggaet customer.
Di Jolo Abadi sendiri, prosentase penjualan Xenia all type selama 2013 memimpin di angka 40 persen. Lalu diikuti jenis pick up Grand Max mencapai 25 persen. “Dua mobil andalan ini kenaikannya mencapai Rp 7 juta, bisa jadi mempengaruhi penjualan. Belum lagi informasi kenaikan bunga dari finance yang juga segera terjadi,” terangnya kepada Malang Post. Untuk menghadapi keluhan customer karena hal tersebut, yang dampaknya bisa juga mengurangi kuantitas penjualan, Wisnu memiliki strategi dengan memperluas area pemasaran.
Bila selama beberapa tahun terakhir Kota Malang menjadi bidikan, Jolo Abadi mencoba membidik kawasan Kabupaten Malang dan Pasuruan untuk perluasan target customer. “Apalagi setahun terakhir peningkatan customer dari wilayah tersebut cukup signifikan. Secara prosentase, Kota Malang sekarang menyumbang 40 persen, dan sisanya dari wilayah lain,” beber pria asal Bali ini. Sementara itu, Supervisor PT. United Motors Centre, Autorized Dealer Suzuki, I Made Adi Sumerta menyebutkan, kenaikan sudah terjadi antara 2-5 persen, tergantung tipen.
“Kisaran kenaikan antara Rp 2 juta sampai dengan Rp 10 juta,” terang dia. Selain faktor kenaikan pajak dan biaya balik nama, perubahan tersebut karena naiknya bahan dasar mobil.  Untuk transaksi pembelian mulai 2014 ini harganya sudah mengikuti harga terbaru untuk pengurusan surat-menyurat yang diperlukan untuk proses pembelian.  Menurut Made, Suzuki UMC memiliki strategi untuk tetap mencapai target 2014 sekalipun harga mobil juga naik.  Diantaranya, bila selama ini jarang mengikuti pameran otomotif, maka tahun ini lebih intensif.  
“Selama setahun kedepan sudah menjadwalkan mengikuti pameran selama 30 hari. Padahal tahun lalu hanya 14 hari saja,” jelasnya. Kemudian, Suzuki yang tahun 2013 lalu hingga bulan November mencatatkan market share mencapai 11,3 persen, siap mengandalkan Karimun Wagon R untuk menemani Ertiga. Masih ditambah pemaksimalan penjualan tipe pick up di wilayah Kabupaten Malang. “Tahun ini coba maksimalkan seri pick up, selain Ertiga yang memimpin angka sales 2013. Total, 2014 ini target sales Suzuki UMC mencapai 117 unit per bulan,” pungkasnya. (ley/mar)